Breaking News

Kawal Kasus Purnawirawan TNI Tewas Ditusuk di Lembang, PPAD Kirim Bantuan Hukum

Pelaku penusukan purnawirawan TNI AD berpangkat letkol saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kasus tewasnya Muhammad Mubin, seorang purnawirawan TNI AD berpangkat letnan kolonel (letkol) membuat Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) langsung turun tangan. 

PPAD akan mengawasi jalannya kasus pembunuhan terhadap Muhammad Mubin yang terjadi di kawasan Kayu Ambon, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Untuk diketahui, Purnawirawan TNI AD yang terakhir menjabat Dandim Tarakan itu tewas ditusuk pemilik toko lantaran memarkir kendaraan pada Selasa (16/8/2022).

Surat PPAD Nomor ST/15/PP-PPAD/VIII/2022 yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (19/8/2022), PPAD menugaskan tiga purnawirawan untuk memberi bantuan hukum kepada keluarga almarhum Muhammad Mubin terkait kasus penganiayaan hingga meninggal dunia tersebut.

Dijelaskan juga tiga perwira purnawirawan yang diutus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait lain untuk kelancaran tugas bantuan hukum tersebut. 

"Surat ini berlaku terhitung tanggal 19 Agustus 2022 sampai dengan selesai," tulis Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn) Komaruddin dalam surat tugas yang ditandatangani, Kamis (18/8/2022).

Adapun tiga perwira yang ditugaskan memberi pendampingan hukum itu adalah Mayjen TNI (Purn) Mulyono selaku Ketua Bidang Hukum PPAD dibantu 
Brigjen TNI (Purn) Djuhendi Sukmadjati yang menjabat Wakil Ketua Bidang Hukum PPAD dan Kapten (Chk) (Purn) Prastopo selaku anggota Bidang Hukum PPAD.

Dalam kasus ini Polda Jawa Barat telah menangkap pelaku penusukan berinisial HH dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombespol Ibrahim Tompo menjelaskan peristiwa purnawirawan TNI ditusuk berawal saat korban ditegur oleh karyawan sebuah toko saat memarkirkan mobil di depan ruko pelaku.

Tak terima ditegur, korban marah dan terlibat adu mulut dengan karyawan. HH pemilik toko yang sedang memasak lantas keluar setelah mendengar perselisihan dengan membawa pisau. 

Sesaat sampai di luar, HH lantas membela karyawannya dan ribut dengan korban. Saat perselisihan korban balik marah kepada tersangka hingga meludah dan memukul.

"Pada saat itu tersangka akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban sehingga meninggal dunia," ujar Ibrahim, Kamis (18/8/2022). Ibrahim juga menjelaskan tersangka melakukan penusukan menggunakan pisau dapur yang dibawanya sebanyak 5 kali.

Setelah ditusuk, korban sempat mengendarai mobilnya sejauh 50 meter untuk meminta perotolongan warga.
Namun, karena darah yang keluar cukup banyak nyawa korban tak tertolong saat hendak dibawa ke rumah sakit.

"Akhirnya oleh warga korban dibawa ke rumah sakit, namun tidak sampai rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Ibrahim.

Untuk diketahui korban bekerja sebagai sopir dan saat itu sedang mengantarkan anak majikannya yang bersekolah di taman kanak-kanak yang tak jauh dari tempat kejadian perkara atau TKP.

Korban berniat memarkirkan mobil di depan toko itu sembaru menunggu anak majikannya selesai sekolah dan menjemputnya. (tim redaksi)

#pembunuhan
#penusukan
#purnawirawan
#tniad
#lulusanakmil85
#ppad
#bantuanhukum

Tidak ada komentar