Breaking News

Kasus Santri Tewas Dikeroyok 12 Temannya, Polisi Periksa Pengelola Ponpes

Ilustrasi pengeroyokan. Foto: net

WELFARE.id-Tewasnya seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Qur'an Lantaburo, Cipondoh, Kota Tangerang yang dianiaya oleh 12 santri lainnya terus diselidiki oleh jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Terbaru, polisi sudah memeriksa pengelola Ponpes Daarul Qur'an Lantaburo dalam kasus santri berinisial RAP, 15, tewas dikeroyok oleh 12 santri yang merupakan teman satu angkatan dan kakak kelasnya tersebut. 

"Pengelola ponpes sudah diperiksa," terang Kapolres Metro Tangerang Kombespol Zain Dwi Nugroho, Senin (29/8/2022).
Zain juga mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan unsur kelalaian dalam kasus tersebut. "Sementara ini belum ada unsur kelalaian," katanya juga.

Perwira menengah Polri ini juga mengatakan kasus pengeroyokan di pondok pesantren itu  terjadi di saat jam istirahat, Sabtu (27/8/2022) pukul 8.30 WIB.

Sebelumnya pihak kepolisian mengatakan kalau kasus pengeroyokan santri itu dipicu karena provokasi. Pasalnya, seorang pelaku tidak suka dengan perangai korban.

"Korban dianiaya oleh para pelaku karena diprovokasi oleh pelaku yang berinisial AL, 15. Korban dianggap sering berbuat tidak sopan. Salah satunya,  membangunkan seniornya menggunakan kaki," terang Zain sebelumnya.

Untuk diketahui, insiden pengeroyokan terhadap korban dilakukan di sebuah kamar lantai 4 Ponpes Daarul Qur'an Lantaburo terjadi usai korban baru selesai melakukan pengajian di lantai bawah. Lantas bersama teman-teman lainnya, korban naik lantai 4 untuk mandi.

Saat itu korban melintas di depan kamar para pelaku, yang lantas menarik tubuh korban dan mengeroyoknya. "Korban langsung dikeroyok, dipukul, ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku hingga korban jatuh pingsan di lokasi," papar Zain juga.

Usai dikeroyok RAP yang pingsan sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciledug. Tapi pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Kasus tewasnya santri itu lantas dilaporkan ke polisi yang lantas melakukan penyelidikan dan menahan 12 pelaku pengeroyokan tersebut. Sedangkan hasil autopsi penyebab kematian adalah kekerasan benda tumpul di bagian kepala bagian depan dan belakang.

Selain itu, kata Zain lagi, hasil autopsi juga menemukan tanda-tanda kekerasan di bagian wajah, muka, kepala dan punggung korban korban.

12 santri Ponpes Daarul Qur'an Lantaburo sebagai tersangka yakni AI, 15; BA, 13; FA, 15; DFA, 15;  TS, 14; S, 13; RE, 14; DAP, 13; MSB, 14; BHF  14; MAJ, 13 dan RA, 13.

Mereka dijerat dengan Pasal 76c jo 80 Ayat 3 UU RI Nomor 35 tahun 2014 dengan perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 Ayat 2 huruf e KUHP. (tim redaksi)


#pengeroyokan
#pembunuhan
#santri
#ponpesdaarulqur'anlantaburo
#kotatangerang
#polresmetrotangerangkota

Tidak ada komentar