Breaking News

IPO, Coal Incar Dana Rp227,5 M

Ilustrasi (net) 

WELFARE id-Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali hadir. Calon pendatang di BEI itu adalah PT Black Diamond Resources Tbk yang akan IPO saham COAL. 

IPO saham COAL sudah memasuki tahap penawaran awal. Sesuai jadwal, penawaran awal IPO saham COAL akan berlangsung hingga 22 Agustus 2022. Perusahaan mengincar dana Rp227,5 miliar dari penawaran tersebut. 

Black Diamond siap melepas sebanyak 1,75 miliar saham baru atau setara 25,93 persen dengan harga penawaran Rp100-130 per saham. 

Manajemen Black Diamond dalam prospektusnya mengungkapkan, perseroan telah menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut. 

Perseroan membukukan pendapatan Rp171,7 miliar sepanjang tahun 2021. Jumlah itu meningkat signifikan 12.077 persen dari realisasi pendapatan tahun 2020 yang hanya Rp1,41 miliar. 

Manajemen perseroan menjelaskan peningkatan pendapatan yang luar biasa itu dikarenakan perseroan dan entitas anak baru beroperasi secara penuh selama setahun di tahun 2021. 

Selain itu, COAL membukukan laba bruto sepanjang 2021 senilai Rp 51,9 miliar atau meningkat 4.575 persen dibandingkan raihan 2020 yang sebanyak Rp1,11 miliar. 

Sedangkan, laba tahun berjalan setelah dampak penyesuaian proforma pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp27,3 miliar, atau meningkat signifikan dibandingkan periode 31 Desember 2020 yang sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha. 

Sebagai informasi, PT Black Diamond Resources Tbk adalah induk dari perusahaan tambang batubara yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP), yakni PT Dayak Membangun Pratama (DMP).  Dengan modal mengantongi IUP di daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah, seluas 4.883 Ha, cadangan terbukti dan terkira sekitar 25 juta ton, dengan karakter batubara yang beragam. 

Dengan area izin IUP yang luas, dan asumsi luas area penambangan yang bertambah hanya sekitar 25 Ha per tahun, maka COAL melalui entitas anak  usaha mempunyai kesempatan menambang dengan periode yang cukup lama bila perizinan IUP dapat diperpanjang. 

Saat ini, PT Black Diamond Resources Tbk mulai penambangan dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. Manajemen memproyeksikan dapat menambah kapasitas produksi hingga 2 juta ton per tahun dalam tiga tahun ke depan. 

Kualitas batubara yang dihasilkan PT Black Diamond Resources Tbk melalui DMP termasuk dalam batubara kualitas menengah dengan nilai kalori berkisar antara 5.500 – 5.700 kkal/kg GAR.  Umumnya, batubara jenis ini digunakan untuk pembangkit listrik. 

Saat ini terdapat sekitar tiga pesaing DMP di daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yaitu PT Tuah Globe Mining, PT Tadjahan Antang Mineral, dan PT Sembilan Tiga Perdana.  

Di antara tiga perusahaan pertambangan tersebut, DMP telah memulai aktivitas pertambangan dengan volume galian paling besar dan aktif melakukan pengiriman serta penjualannya. 

Saat ini sebanyak 52,5 persen saham Black Diamond Resources dimiliki oleh Sujaka Lays, yang juga merupakan Presiden Direktur PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF). Selanjutnya, sebanyak 30 perse  saham COAL dimiliki oleh PT Esa Gemilang, 7,5 persen milik Arie Rinaldi, 5 persen milik PT Alam Tulus Abadi, dan 5 persen milik Herry Sen. 

Selain itu, Sujaka Lays juga menjadi pemegang saham mayoritas di PT Alam Tulus Abadi sebanyak 99 persen saham, di mana 1 persen saham lainnya di Alam Tulus Abadi dipegang oleh Marvin Lays. 

Dalam prospektus COAL pun disebutkan bahwa pengendali perseroan sekaligus ultimate beneficiary owner (UBO) adalah Sujaka Lays mengingat berdasarkan Peraturan OJK No. 9/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, Sujaka Lays telah memenuhi kriteria pengendali perusahaan terbuka yaitu memiliki saham perseroan lebih dari 50 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang telah disetor penuh serta mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan perseroan. (tim redaksi) 

#emiten
#emitentambang
#saham
#sahambatubara
#ipocoal
#bursa
#bei

Tidak ada komentar