Breaking News

Ini Daya Investasi di Ibu Kota Nusantara, Kepala Badan Otorita IKN: Banyak Insentif

Kepala Badan Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono. Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres RI

WELFARE.id-Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diproyeksikan akan menghabiskan anggaran Rp486 triliun. Pembiayaan pembangunan ibu kota Indonesia yang baru itu akan menggunakan 3 skema yang sudah ditetapkan. 

Yakni, sebesar 19,2 persen dibiayai oleh APBN, 54,6 persen didanai dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan pembiayaan pihak swasta yang mencapai Rp127,3 triliun.

Kepala Badan Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan saat ini tengah dilaksanakan jajak pasar pendanaan IKN dalam beberapa sequence. Saat ini sejumlah investor dari negara Arab Saudi, Korsel, Jepang hingga AS dan Tiongkok (China) termasuk investor lokal.

Apalagi, ujar Bambang juga, IKN disebut bakal menjadi kota yang unik, yakni kota rimba. IKN dirancang sebagai pusat pemerintahan dan penggerak ekonomi baru, dengan konsep keberlanjutan.

Bambang juga mengatakan megaproyek IKN pun diperkirakan akan menarik banyak investasi, dan kini pemerintah sedang menggodok regulasi untuk insentifnya.

"Insentif penting sekali bagaimana kita membuat mereka yang akan berinvestasi di IKN mendapatkan keuntungan tertentu. Saat ini sedang digodok regulasi tentang insentif yang diprakarsai Kementerian Investasi," kata Bambang juga akhir pekan ini.  

Dia juga mengatakan insentif yang dimaksud seperti perpajakan, seperti tax holiday ataupun tax reduction. Kemudian insentif untuk bisnis yang memindahkan kantor pusatnya di IKN, hingga kemudahan imigrasi.

"Misalnya ada tax holiday lebih panjang dari tempat lain, ada tax reduction untuk mereka yang menggunakan atau menyumbang dananya untuk edukasi, riset, dan sebagainya. Ada insentif yang digodok dalam rancangan, sifatnya fiskal dan nonfiskal. 
Misalnya kemudahan imigrasi,” ujar Bambang lagi.

Bambang juga menegaskan berinvestasi di IKN akan mendapatkan insentif yang paling bagus di Indonesia. Bahkan, menurutnya di beberapa sisi, insentif untuk IKN bakal lebih unggul demi menarik untuk pindah ke ibu pusat negara baru ini.

Selain itu, Kementerian Keuangan pun mendukung rencana insentif tersebut sesuai dengan keunggulan bidang masing-masing.

”Misalnya di tempat lain tax untuk kegiatan riset itu 200 persen, yah kita 250 persen. Ada tambahan dari tempat lain yang diberikan oleh kawasan ekonomi khusus. Kita tambah lagi,” tandas Bambang juga. (tim redaksi)

#ibukotabaru
#iknnusantara
#kalimantantimur
#badanotorita
#kepalabadanotorita 
#bambangsusantono

Tidak ada komentar