Breaking News

Hari Pertama Perberlakuan Tarif Masuk Rp3,75 Juta ke TNK, Disambut Mogok Kerja Asosiasi dan Pelaku Usaha Labuan Bajo

Taman Nasional Komodo. Foto: Ilustrasi/ Getty Images/ Wolfgang Kaehler

WELFARE.id-Kebijakan baru menaikkan harga tiket Taman Nasional Komodo (TNK) dari awalnya hanya Rp150 ribu menjadi Rp3,75 juta menuai polemik. Di hari pertama pemberlakuan tarif masuk baru, Senin (1/8/2022) kemarin justru disambut mogok kerja pelaku usaha di Labuan Bajo.

Mereka memprotes penetapan kenaikan tarif masuk ke TNK yang mendadak dan cukup tinggi itu justru bisa mematikan pariwisata. Rencananya, aksi mogok kerja akan dilakukan selama 1 bulan, dari 1-30 Agustus sebagai bentuk penolakan.

Mogok pada hari pertama dilakukan oleh pelaku puluhan asosiasi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat diisi dengan memungut sampah di Kota Labuan Bajo. Aksi pungut sampah dilakukan di Puncak Waringin menuju Marina Labuan Bajo hingga Bandara Komodo Labuan Bajo.

Aksi yang dijaga ketat aparat keamanan itu sempat ricuh. Pihak keamanan mengamankan sebanyak tiga aktivis diantaranya Rafael Todowela, Aloysius Suhartim Karya, dan Eras sekitar pukul 14.00 Wita, kemarin. Sejumlah aktivis juga diamankan, namun hanya ketiga aktivis tersebut yang masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Manggarai Barat.

Seorang peserta demo, Affandi Wijaya mengatakan, awalnya aksi tersebut berjalan lancar, namun saat berada di dekat Bandara Komodo Labuan Bajo terjadi kericuhan. "Ada yang provokasi, tidak ada serangan ke anggota. Tiba-tiba, langsung ada penangkapan teman-teman, bahkan ada yang ditangkap di Puncak Waringin," bebernya.

Ketua Formapp Mabar, Rafael Todowela menambahkan, selain ditahan, ia juga sempat mendapatkan kekerasan oleh oknum kepolisian. "Kami dibawa ke polres, padahal tidak melakukan tindakan pidana, hanya pungut sampah," akunya.

Pihaknya berharap, semangat perjuangan para pelaku pariwisata tidak redup, dan tetap konsisten untuk melakukan aksi mogok. "Kami berharap teman-teman tetap melanjutkan perjuangan di luar untuk tetap melakukan aksi mogok sesuai dengan kesepakatan kita," imbuhnya.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto dalam konferensi pers mengatakan, para pendemo diamankan lantaran mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengancam keamanan di objek vital yakni Bandara Komodo Labuan Bajo. 

"Penekanan saya pada pengayoman, perlindungan kepada masyarakat bahwa kita ingin Mengamankan masyarakat Kita sendiri. Namun bila diperlukan upaya paksa dalam hal ini, kami akan menindak tegas. Nah, kemungkinan di lapangan kita tidak tahu para pihak ini perlawanan dan sebagainya," ucapnya.

Menurutnya, pengamanan dilakukan guna menghindari pendudukan Bandara Komodo Labuan Bajo oleh para pendemo. "Mereka sempat berupaya masuk ke objek vital ini, karena untuk menghindari adanya pendudukan itu atau boikot itu, dan adanya perlawanan terhadap anggota Polri yang melakukan penjagaan maka kami mengamankan para pihak tersebut," klaimnya.

Diamankan beberapa pihak yang dianggap sebagai ancaman kamtibmas. Saat ini, lanjut Kapolres Mabar, status keamanan siaga satu di Labuan Bajo telah diturunkan menjadi status siaga dua.

Semeentara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi memastikan pelayanan pariwisata bagi wisatawan yang berkunjung tetap berjalan. "Kami pastikan semua pelayanan berjalan dengan prima, begitu ada kesulitan transportasi di bandara, Pemda mengambil peran itu menyiapkan kendaraan," katanya, kemarin.

Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu menjelaskan, terkait pelayanan transportasi di bandara, pihaknya memerintahkan sejumlah kendaraan dinas daerah serta satu unit bus mengantar wisatawan ke penginapan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kapal milik beberapa instansi di Labuan Bajo membantu para wisatawan ke beberapa destinasi wisata kepulauan.

"Walaupun kendaraan dinas dan bus. Prinsipnya tidak ada satu pun tamu yang terlantar karena ketiadaan transportasi. Laporan dari berbagai pihak, tidak ada tamu yang terlantar, sudah diurus dan dilayani dengan baik Walaupun dengan mobil plat merah," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk para pelaku pariwisata yang menggelar aksi mogok, Bupati Edi Endi mengatakan, pemerintah tiada henti untuk meyakinkan supaya mereka sesegera mungkin untuk beraktivitas.

"Kita sama-sama menjamu para wisatawan ke Labuan Bajo. Kita berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik, yang membuat orang betah dan berkali-kali datang di Labuan untuk menikmati seluruh pesona di Labuan Bajo," ajaknya.

Terkait tuntutan sejumlah asosiasi pariwisata dan pelaku pariwisata yang menolak penetapan tarif masuk baru kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan sekitarnya, ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. 

Tiket masuk TNK Rp3,75 juta wisatawan dapat fasilitas apa?

Melansir kumparan.com, Selasa (2/8/2022), Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di TNK Carolina Noge menjelaskan, pihaknya yang juga pengelola Pulau Komodo di bawah naungan PT Flobamor atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Provinsi NTT, memastikan pada dasarnya tidak ada perubahan harga tiket di Taman Nasional Komodo.

Kenaikan tarif yang disertai pembatasan wisatawan di Taman Nasional Komodo dilakukan sebagai upaya konservasi dan upaya penataan. "Kalau total sebenarnya tiket masuk TNK itu bisa Rp300 sampai Rp500 ribu, per satu hari datang, bisa lebih, bisa kurang, dari itu. Kalau misalnya ngomongin market, dasarnya Rp15 juta (per 4 orang) itu dari kajian biaya konservasi yang dibayarkan untuk mengkompensasi setiap kunjungan," rincinya.

Per orang atau Rp 15 juta untuk 4 orang tersebut adalah biaya kunjungan selama satu tahun. "Jadi (tarif) ini kan setahun, kayak Rp15 juta dibagi setahun atau 12 atau 3,75 dibagi 12," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan adapun tarif Rp3,75 juta yang dibebankan ke pengunjung terdiri dari beberapa komponen pembiayaan. Pertama adalah tiket.

"Kalau misalnya karcis masuk wisatawan asing sekian, wisatawan nusantara sekian, terus trekking, pengamatan kehidupan liar, diving, snorkeling, memancing, outbound, belum foto, belum kapal masuk, harus dikenakan biaya, belum lagi kalau penelitian dan sebagainya, pasang drone dan lain-lain itu ada biayanya. Itu yang diakumulasikan komponen biaya itu," ujarnya.

Kedua, adalah biaya kontribusi konservasi. Dalam Rp3,75 tersebut, wisatawan sudah turut membantu konservasi di Pulau Komodo.

Kemudian, karena sudah ikut membayarkan biaya konservasi, dapat dipastikan, wisatawan  yang datang ke Taman Nasional Komodo adalah mereka yang benar-benar peduli dengan salah satu satwa endemik Indonesia. 

"Kemudian, di dalam (komponen biaya) itu ada bentuk apresiasi yang kita berikan karena sudah berkontribusi lebih. Kita menyebut teman-teman yang berkontribusi sebagai protector of komodo. Kalian mau memberikan kompensasi lebih, mau peduli. Tak peduli bicara kaya atau miskin, tetapi care atau engga (dengan komodo)," bebernya.

Untuk itu, Carolina pun menyerahkan pilihannya ke pada wisatawan. Jika mereka ingin turut mendukung kelestarian komodo, mereka bisa datang ke TN Komodo dengan tarif yang Rp3,75 juta.  Ataupun mereka yang hanya ingin melihat komodo bisa mengunjungi destinasi alternatif lainnya. (tim redaksi)

#penetapantarifmasukbaru
#tamannasionalkomodo
#nusatenggaratimur
#ntt
#pulaukomodo
#pulaupadar
#mogokkerja
#pelakuusahaditnk

Tidak ada komentar