Breaking News

Harga Telur Cetak Kenaikan Tertinggi dalam Sejarah, Konsumen Menjerit

Telur di pasaran (net)

WELFARE.id-Harga telur ayam ras segar dibanderol rata-rata di atas Rp30 ribu per kg. Menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri harga telur ayam tercatat tertinggi dalam sejarah atau lima tahun terakhir. 

"Persoalan telur ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dari Rp27 ribu per kg menuju Rp29 ribu, ke Rp30 ribu bahkan sekarang sampai ke Rp32 ribu per kg, Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja," ujarnya dikutip Jumat (26/8/2022). 

Sementara itu, Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menduga, harga telur ayam naik salah satunya disebabkan oleh program bantuan sosial (bansos) berbentuk bagi-bagi telur dari Kementerian Sosial (Kemensos). 

Memang peran bansos ada, tapi tolong dicatat, jangan sampai bansos jadi kambing hitam, ini merupakan mitra," ujar Yudianto. 

Menurut Yudianto, bansos telur ini justru ikut menyerap produksi peternak. Di sisi lain, bansos juga dapat menekan kasus stunting atau kekurangan gizi pada anak. Ia menjelaskan kenaikan harga telur juga terjadi karena harga pakan yang naik imbas perang Rusia-Ukraina. "Sebelum perang Rusia-Ukraina, harga pakan hanya Rp6.250 per kg. Namun saat ini harga pakan melonjak Rp7.600 per kg," katanya. 

Tak hanya karena lonjakan harga pakan, faktor cuaca juga turut mempengaruhi harga telur. Pasalnya, selama musim pancaroba beberapa waktu lalu banyak ayam sakit dan produksi telur menurun. "Pancaroba kemarin ini menyebabkan banyak ayam yang sakit," tukasnya. 

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berdalih kenaikan harga terjadi karena program bansos tersebut, sehingga permintaan akan telur tinggi. "Telur itu kenapa mahal karena ada program dari Kemensos bagi-bagi sosialnya itu dalam bentuk telur. Jadi ada satu waktu pesannya itu banyak sekali, sehingga harga naik," imbuhnya. 

Namun, ia memastikan kenaikan harga telur tersebut tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, harga telur akan kembali normal sekitar dua minggu lagi. "Tapi ini naiknya hanya sementara, setelah itu akan stabil," kata Zulhas. 

Kenaikan harga telur tersebut sangat berdampak bagi pelaku UMKM terutama warteg. Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan para pedagang warteg di Jakarta mengkhawatirkan tren kenaikan harga telur yang saat ini terjadi. 

Menurut Mukroni, pedagang mau tidak mau harus mencari cara untuk menyiasati kenaikan harga telur tembus Rp33 ribu per kilogram di Jakarta tanpa harus menaikkan harga makanan per porsinya. "Salah satunya dengan memilih telur yang lebih kecil, agar jumlahnya lebih banyak. Misal yang semula tadinya per kilogram isi 16 butir, kami mencari yang isinya 18 butir per kilogram," jelasnya. 

Mukroni mengaku bingung soal harga telur yang tiba-tiba naik di pasar. Hal ini membuat para pedagang warteg meminta penjelasan dari pemerintah, hingga menemukan solusi untuk menurunkan harga telur. "Kowantara berharap pemerintah untuk segera meredakan inflasi di bidang pangan. Karena inflasi di bidang pangan cukup tinggi, sementara daya beli rakyat bawah belum sepenuhnya pulih," harapnya. 

Mukroni mengaku harga telur yang melambung tinggi, membuat para pedagang warteg terus khawatir setiap kali pergi ke pasar. "Pedagang tidak takut inflasi tapi takut ibu-ibu pada yang jualan telur di pasar yang kadang membuat sport jantung, deg-degan, karena harga naik," pungkasnya. (Tim redaksi)

#telur
#telurayam
#hargatelurmelonjak
#hargatelurmeroket
#mendag
#kemendag
#kowantara

Tidak ada komentar