Breaking News

Harga Cabai Melonjak, BPS: Salah Satu Pemicu Inflasi Juli 2022

Cabai. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2022 rata-rata menunjukkan adanya kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada bulan tersebut terjadi inflasi terjadi sebesar 0,64% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111.80.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, dari 90 kota yang dipantau, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27%. 

Sementara inflasi terendah terjadi di Pematang Siantar dan Tanjung sebesar 0,04%. "Pada Juli 2022 terjadi inflasi sebesar 0,64%, atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 111,09 pada Juni 2022 menjadi 111,80," kata Margo dalam pemaparan inflasi Juli 2022, dikutip Selasa (2/8/2022).

Ia menjelaskan, faktor penyebab inflasi Juli 2022 disebabkan melonjaknya harga cabai merah, tarif angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, serta cabai rawit. 

"Untuk tingkat inflasi tahun kalender 2022 sebesar 3,85%, sementara tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,94%. Tingkat inflasi yang 4,94% ini merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015, di mana pada saat itu terjadi inflasi sebesar 6,25% secara year-on-year," ungkapnya.

Bila dilihat menurut kelompok pengeluaran, maka penyumbang inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 1,16% dengan andil ke inflasi 0,31%. 

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu: cabai merah sebesar 0,15%; bawang merah sebesar 0,09 persen; cabai rawit sebesar 0,04%; ikan segar dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02%; cabai hijau, mie kering instan, rokok putih, tomat, dan air kemasan masing-masing sebesar 0,01%. 

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu: minyak goreng sebesar 0,07%; sawi hijau, telur ayam ras, kangkung, bawang putih, dan bayam masing-masing sebesar 0,01%.

"Kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit karena faktor cuaca yang menyebabkan potensi gagal panen di beberapa sentra produksi hortikultura,” imbuhnya.

Kedua, yaitu kelompok transportasi yang mengalami inflasi 1,13% dengan andil ke inflasi, 0,14%. 

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: tarif angkutan udara sebesar 0,11% dan mobil sebesar 0,01%. Margo mengatakan terjadinya kenaikan harga avtur menyebabkan penyesuaian harga di maskapai penerbangan.

"Di sisi lain ya pelonggaran atas izin penerbangan menyebabkan permintaan kepada angkutan udara semakin meningkat dan ini terjadi kenaikan harga dan memberikan adil sebesar 0,11%,” terangnya lagi. Berikutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,47% pada Juli 2022. 

Kelompok ini pada Juli 2022 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,09%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05%; tarif listrik dan sewa rumah masing-masing sebesar 0,01%. (tim redaksi)

#bps
#inflasi
#hargacabai
#inflasidisemuakota
#kenaikanhargakomoditas
#faktorpenyebabinflasi
#tarifangkutanumum

Tidak ada komentar