Breaking News

FBI Geledah Rumah Donald Trump, Ini yang Dicari

Donald Trump 

WELFARE.id-Agen federal Amerika Serikat (AS) menggeledah rumah mantan Presiden AS Donald Trump di Florida minggu ini. Mereka diduga mencari dokumen yang berkaitan dengan senjata nuklir. 
Melansir dari The Korea Times, Jumat, (12/8/2022), sejauh ini masih tidak jelas apakah dokumen tersebut ditemukan di resor Mar-a-Lago, rumah mantan presiden AS di Palm Beach. 

Departemen Kehakiman AS meminta seorang hakim pada Kamis, 11 Agustus 2022, untuk mengumumkan surat perintah yang mengizinkan penggeledahan FBI terhadap Mar-a-Lago. Trump menuding penggeledahan rumahnya sebagai pembalasan politik. Penggeledahan rumah mantan presiden AS belum pernah terjadi sebelumnya. 

Langkah itu adalah bagian dari penyelidikan apakah Trump secara ilegal menghapus catatan dari Gedung Putih saat ia meninggalkan kantor pada Januari 2021. 

Jaksa Agung, Merrick Garland, yang ditunjuk oleh Presiden AS Joe Biden, mengatakan pada konferensi pers bahwa dia secara pribadi telah menyetujui pencarian dokumen tersebut. Departemen Kehakiman juga berusaha untuk mempublikasikan tanda terima yang telah diedit dari barang-barang yang disita. 

"Departemen tidak mengambil keputusan seperti itu dengan enteng. Jika memungkinkan, merupakan praktik standar untuk mencari cara yang tidak terlalu mengganggu sebagai alternatif pencarian, dan untuk mempersempit cakupan pencarian yang dilakukan," kata Garland. 

Keputusannya untuk mengkonfirmasi pencarian secara terbuka sangat tidak biasa. Pejabat penegak hukum AS biasanya tidak membahas investigasi yang sedang berlangsung untuk melindungi hak-hak orang. 

Dalam hal ini, Trump justru  mengumumkan sendiri pencarian dokumen dalam pernyataan, pada Senin malam, (8/8/2022). 

Garland mengatakan Departemen Kehakiman membuat permintaan untuk mengumumkan surat perintah itu, setelah konfirmasi publik Trump tentang pencarian, keadaan sekitar dan kepentingan publik yang substansial dalam masalah ini. 

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan FBI mengambil sekitar 10 kotak dari properti Trump selama penggeledahan. Trump tidak berada di Florida pada saat penggeledahan terjadi. 

Donald Trump diperiksa Jaksa Agung New York soal dugaan penipuan yang dilakukan kerajaan bisnisnya. Trump memilih bungkam. Trump Organization diduga menggelembungkan nilai real estat untuk mendapatkan pinjaman yang menguntungkan. Badan itu juga ditengarai telah mengecilkan nilai aset untuk mendapatkan keringanan pajak. 

"Saya menolak untuk menjawab pertanyaan di bawah hak dan hak istimewa yang diberikan kepada setiap warga negara di bawah Konstitusi Amerika Serikat," kata Trump dalam sebuah pernyataan, satu jam setelah memberi kesaksian tertutup. 

Amandemen Kelima Konstitusi melindungi terhadap tuduhan diri sendiri. Namun, sikap Trump yang ogah menjawab pertanyaan masih bisa membawa konsekuensi. Seandainya penyelidikan mengarah ke persidangan, juri dapat mempertimbangkan sikap diamnya. Langkah tertutup Trump juga mungkin bakal dilihat sebagai celah politik oleh rivalnya sebab dia masih ingin maju sebagai kandidat presiden 2024. 

Jaksa Agung New York, Letitia James, mengatakan penyelidikannya menemukan bukti signifikan bahwa Trump Organization memberi bank dan otoritas pajak informasi keuangan yang menyesatkan untuk mendapatkan keuntungan. Adapun bisnis Trump di perusahaan itu mencakup perhotelan, lapangan golf, dan real estat lainnya. 

Trump diperiksa selama enam jam di kantor jaksa agung Manhattan. Juru bicara kantor jaksa agung New York membenarkan bahwa Trump tak mau memberikan keterangan kepada James. "Jaksa Agung James akan mengejar fakta dan hukum ke mana pun mereka mengarah," kata juru bicara itu. "Penyelidikan kami berlanjut." 

Pemimpin Partai Republik itu dalam pernyataannya sekali lagi membantah melakukan kesalahan. Dia menuding penyelidikan James, yang merupakan seorang Demokrat, sebagai bagian dari dendam kesumat terhadapnya. Trump juga menyemprot media yang membencinya. 

Trump kemudian menghubungkan penyelidikan James dengan penggeledahan FBI di rumahnya di Florida Mar-a-Lago plalu.  "Ketika keluarga Anda, perusahaan Anda, dan semua orang di sekitar Anda telah menjadi target perburuan penyihir yang tidak berdasar dan bermotivasi politik yang didukung oleh pengacara, jaksa, dan media berita palsu, Anda tidak punya pilihan," kata Donald Trump. (tim redaksi) 

#donaldtrump
#fbi
#fbigeledahrumahdonaldtrump
#dokumennuklir
#trumporganization
#jaksaagungnewyork
#penggelembungannilairealestat

Tidak ada komentar