Breaking News

Enam Pengeroyok Ade Armando Dituntut Dua Tahun Penjara

Suasana sidang kasus pengeroyokan Ade Armando (net) 

WELFARE.id-Enam terdakwa pengeroyok pegiat sosial media Ade Armando dituntut masing-masing 2 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai mereka telah melakukan kekerasan kepada Ade Armando. 

Hal tersebut disampaikan JPU dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022). 

Enam terdakwa dalam kasus ini adalah Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja. 

Jaksa menilai, keenam terdakwa telah melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider. "(Keenam terdakwa) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka," ujarnya. 

Jaksa menilai, hal-hal yang memberatkan para terdakwa untuk dijatuhi kurungan penjara selama dua tahun yakni perbuatan keenam terdakwa dapat membahayakan nyawa orang lain. 

Kemudian, jaksa berpendapat, hal-hal yang meringankan hukuman para terdakwa yakni para terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal, para terdakwa juga kooperatif. "Para terdakwa berjanji tidak mengulangi (perbuatannya) lagi, para terdakwa telah meminta maaf kepada saksi korban," ucap jaksa. 

"Khusus terdakwa 4 (Al Fikri Hidayatullah) dan keluarganya sudah minta maaf langsung kepada saksi korban dan diterima oleh korban," lanjutnya. 

Jaksa meminta majelis hakim menjatuhi hukuman penjara selama 2 tahun kepada para terdakwa, dikurangi masa tahanan yang telah mereka jalani. 

Majelis hakim memutuskan sidang pembacaan putusan enam terdakwa pengeroyok Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando akan digelar pada 1 September mendatang. Majelis hakim memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi. 

Hakim ketua Dewa Ketut Kartana mulanya bertanya kepada para terdakwa apakah akan mengajukan pleidoi atau tidak. Para terdakwa melalui kuasa hukumnya menyebut akan mengajukan pleidoi dan meminta waktu satu pekan. 

"Terhadap tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum, maka kami akan melakukan pleidoi minggu depan dengan hari yang sama," kata kuasa hukum para terdakwa. 

Hakim ketua Dewa lalu mengingatkan jaksa penuntut umum dan kuasa hukum terdakwa terkait masa penahanan para terdakwa di tingkat pengadilan. Untuk itu, majelis memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada Senin (29/8/2022), selanjutnya pada Kamis (1/9/2022) akan diagendakan pembacaan putusan. 

"Jadi saya menginformasikan kepada jaksa penuntut umum dan penasihat hukum penahanan terdakwa sampai tanggal 5 September. Saudara saya kasih kesempatan hari Senin pleidoi, hari Kamis kita putusan," kata hakim. 

"Saya hanya punya waktu dua hari untuk memutus perkara ini. Hari Senin ya tanggal 29 pleidoi," imbuhnya. 

Sebagai informasi, Ade Armando dikeroyok saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada 11 April 2022. Aksi tersebut digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan bubar sekitar pukul 15.30 WIB. 

Ketika itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tiga wakil ketua DPR baru saja menemui massa aksi. Tak berapa lama, suasana yang tadinya kondusif tiba-tiba menjadi ricuh di sisi barat. (tim redaksi) 

#sidangkasuspengeroyokan
#adearmando
#pnjakartapusat
#pengeroyokadearmando
#2tahunpenjara

Tidak ada komentar