Breaking News

Dugaan Suap Irjen Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK, Nurul Ghufron: Kami Tindaklanjuti!

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Foto: net

WELFARE.id-Nampaknya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal terlibat dalam kasus mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang kini ditahan di Mako Brimob. 

Pasalnya, KPK menyatakan telah menerima laporan dugaan suap yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo yang kini dijadikan tersangka dalam kasus kematian Brigadir J. KPK mengaku sedang mendalami laporan tersebut.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan jika laporan itu dinyatakan layak, maka pihaknya bakal melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan suap tersebut. 

"Sepanjang ada laporan dan laporan tersebut layak untuk kami tindaklanjuti melalui proses penyelidikan tentu kami akan tindaklanjuti," terang Ghufron, Kamis (18/8/2022).

Dia juga menyebut, laporan dugaan suap yang dilaporkan itu masih dalam tahap verifikasi. Ia menegaskan, pihaknya pun bakal menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Jadi, kami masih akan melihat apakah laporan tentang dugaan entah penyuapan ataupun dugaan percobaan penyuapan itu telah dilaporkan ke dinas atau unit PLPN kami ya, kalau ada tentu secara prosedural kami akan menindaklanjuti," tegas Ghufron. 

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) melaporkan dugaan suap tersebut ke Gedung KPK. Dugaan suap itu berkaitan penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

”TAMPAK mendatangi KPK untuk memberikan laporan atau pengaduan terhadap masalah penyuapan atau mencoba melakukan penyuapan yang dilakukan salah seorang dari staf Ferdy Sambo di ruangan Ferdy Sambo, ruangan tunggu Ferdy Sambo pada 13 Juli yang lalu," ujar Koordinator TAMPAK Roberth Keytimu.

Percobaan penyuapan itu, lanjut Roberth, dilakukan terhadap dua pegawai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang saat itu melakukan pertemuan dengan Ferdy Sambo terkait permohonan perlindungan terhadap Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo) dan Bharada Eliezer atau Bharada E, ajudan Ferdy Sambo sekaligus tersangka pembunuh Brigadir J.

Saat itu, Ferdy Sambo masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. "Ketika itu selesai pertemuan, lalu kemudian kedua staf LPSK tersebut disodorkan oleh seseorang dua amplop berwarna cokelat yang di dalamnya terdapat uang yang kira-kira tebalnya 1 centimeter,” terang Roberth.

Saat itu kedua petugas LPSK gemetar dan minta supaya dikembalikan. Roberth juga mengatakan pihak yang menyerahkan uang itu mengatakan bahwa amplop tersebut berasal dari pria yang disebut sebagai 'Bapak'. 

"Pada saat itu, orang yang menyerahkan uang itu mengatakan bahwa itu dari bapak, dari bapak. Jadi, dalam hal ini yang diduga itu adalah Saudara Ferdy Sambo," ujar Roberth lagi.

Upaya suap itu termasuk kategori tindak pidana korupsi yang melanggar Pasal 13 jo Pasal 15 Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021. (tim redaksi)


#penyuapan
#korupsi
#kpk
#irjenferdysambo
#lpsk
#kompak

Tidak ada komentar