Breaking News

Diduga Ikut Terlibat dalam "Skenario" Kematian Brigadir J, Ketum KNPI Minta Benny Mamoto hingga Choirul Anam Diperiksa

Ketua Umum KNPI Haris Pertama. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Pengungkapan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan salah satu tersangkanya Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) terus bergulir. Polisi masih mengorek keterangan terkait motif pembunuhan berencana tersebut.

Sebagai bagian dari organisasi masyarakat, Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama ikut mengomentari kasus yang tengah hangat diperbincangkan. Haris menduga, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto juga terlibat dalam "skenario polisi tembak polisi" tersebut.

"Alasan saja, Timsus Mabes Polri harus memeriksa pak Benny Mamoto. Cek rekening dan HP beliau. Karena dugaan di masyarakat bahwa pak Benny Mamoto terlibat dalam skenario “tembak menembak,” tulis Haris dalam akun Twitter-nya, @knpiharis, dikutip Jumat (12/8/2022).

Padahal, cuit Haris, sebelum FS ditetapkan sebagai tersangka, Benny aktif memberikan pernyataan seputar peristiwa "polisi tembak polisi" tersebut. Tapi, Haris merasa aneh, ketika FS jadi tersangka, Benny Mamoto tiba-tiba "hilang".

Sehingga ia mendesak Menkopolhukam Mahfud MD untuk memeriksa keterlibatan Benny Mamoto dalam kasus tersebut. "Namun belakangan ini bapak satu ini seolah menghilang. Kanda @mohmahfudmd sebagai Ketua KOMPOLNAS bisa memeriksa Benny Mamoto terkait dugaan keterlibatannya,” pintanya dalam cuitan lanjutan.

Selain Benny, Haris juga meminta Komisioner Komnas HAM Choirul Anam yang telah "membela" dengan mempertayakan tujuan polisi menggeledah rumah FS untuk diperiksa. Padahal di sisi lain, Choirul Anam juga sempat menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen bersama kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Haris menilai,  Choirul Anam menjadi sorotan dan diduga tidak transparan ketika menjelaskan perkembangan kasus kematian Brigadir J. (tim redaksi)

#harispertama
#ketumknpi
#bennymamoto
#kompolnas
#komisionerkomnasham
#choirulanam
#kasuspembunuhanbrigadirj
#kasuspolisitembakpolisi

Tidak ada komentar