Breaking News

Didesak Mundur terkait Kasus Brigadir J, Ini kata Benny Mamoto

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Foto: net

WELFARE.id-Kasus penembakan Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menyeret nama Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto.

Dia pun buka suara merespons desakan sejumlah pihak yang menuntut dirinya mundur dari jabatannya. Benny dituding menyampaikan informasi tidak bertanggung jawab mengenai peristiwa kematian Brigadir J.

”Ketika video wawancara itu dipenggal-penggal, maka ceritanya menjadi lain. Perlu melihat secara utuh kejadian yang menimpa diri saya," ujar Benny, Jumat (12/8/2022). ”Jangan karena sedang trending terus jadi ikut-ikutan,” cetusnya. 

"Saya di-bully habis-habisan gara-gara mengutip pernyataan Kapolres Jakarta Selatan. Kan saya cek ke sana, ada kendala atau tidak, ya itu yang saya terapkan," papar Benny lagi. 

Sebelumnya Benny telah memberikan klarifikasi bahwa ia mendapatkan keterangan sumber dari Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto yang telah resmi dinonaktifkan sejak 20 Juli 2022 lalu saat proses penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Salah satu desakan mundur datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa. Dia menilai Benny sudah tak layak lagi ada di lembaga seperti Kompolnas.
”Kalau mantan jenderal punya budaya malu, Benny Mamoto mundurlah dari Kompolnas," katanya.

Seperti diketahui, buntut cibiran pada Benny terjadi usai ia menyebut bahwa kejadian yang mengakibatkan kematian Brigadir J merupakan kejadian yang diawali dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi.

Benny saat itu juga mengaku telah mendatangi langsung tempat kejadian perkara (TKP) dan menyatakan tidak ada kejanggalan sama sekali dalam kasus tewasnya Brigadir J.

"Saya turun langsung, melihat langsung bukti-bukti yang ada termasuk foto-foto yang ada," ujar Benny beberapa waktu lalu. Pernyataan Benny itu memang tak beda dari keterangan awal versi polisi yang disampaikan Kombespol Budhi Herdi semasa menjabat Kapolres Jakarta Selatan. 

Untuk diketahui, Budhi pada 12 Juli lalu menjelaskan bahwa Brigadir J memasuki kamar istri Sambo saat Putri beristirahat usai baru kembali dari luar kota.

Tapi narasi itu kini terbantahkan oleh keterangan yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada konferensi pers pada Selasa (9/8/2022). Listyo menegaskan tak ada peristiwa tembak menembak. (tim redaksi)

#penembakan
#pembunuhan
#brigpolnofriansyahyosuahutabarat 
#brigadirj
#kompolnas
#bennymamoto
#desakanmundur

Tidak ada komentar