Breaking News

Desain Paspor RI Tanpa Kolom TTD Ditolak Masuk Jerman, Ini Respons Kemenkumham dan Kemenlu

Paspor Indonesia. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Dari waktu ke waktu, desain paspor mengalami perubahan. Tak terkecuali dengan desain paspor Republik Indonesia. 

Pada 2014, Ditjen Imigrasi sempat mengeluarkan paspor model terbaru yang dikenal dengan paspor seri B. Paspor lama dikenal dengan paspor seri A.

Antara paspor seri A dan paspor seri B, keduanya memiliki perbedaan. Apa saja? 

Dalam paspor seri A, terdapat kolom tanda tangan pemegang paspor, sedangkan paspor seri B tidak ada kolom tanda tangan pemegang paspor. Kedua paspor tersebut masih sama-sama resmi berlaku.

Desain paspor Indonesia yang baru tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM R.I Nomor M.HH-01.GR.01.03.01 Tahun 2019 tentang Spesifikasi Teknis Pengamanan Khusus Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor. Sampai saat ini, desain paspor seri A masih diterbitkan untuk menghabiskan stok paspor seri A.

Namun, masyarakat yang hendak mengurus paspor, tidak bisa memilih desain paspor seri A atau seri B, karena semua tergantung dari stok yang tersedia. Adanya dua seri yang berbeda ini sempat membingungkan masyarakat. 

Masalahnya, berdasarkan dari kabar yang beredar, media sosial sempat diramaikan oleh unggahan salah satu warganet yang mengaku bahwa paspornya ditolak Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta. Penolakan paspor Indonesia tersebut dikarenakan pemegang paspor tidak mencantumkan kolom tanda tangan.

Melansir dari laman Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, Senin (15/8/2022), paspor Indonesia tidak memiliki kolom tanda tangan, sehingga tidak bisa diproses. Menindaklanjuti adanya permasalahan tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik paspor RI tanpa kolom tanda tangan.

Mereka pun memberikan solusi, dimana Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian telah mengeluarkan surat edaran, agar masyarakat yang hendak bepergian ke Jerman dan sekitarnya bisa melakukan endorsement tanda tangan. Edaran tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirlantaskim Nomor IMI.2.UM.01.01-3.3773 perihal Penerapan Tanda Tangan Pemegang Paspor RI. 

Dengan adanya edaran tersebut, maka para pemegang paspor bisa mengajukan pengesahan tanda tangan di kantor imigrasi. Namun, hal tersebut tak menjadi solusi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa Pemerintah Indonesia memiliki seri blangko paspor yang tidak memuat kolom tanda tangan pemegang paspor. Seri blangko paspor tersebut diproduksi pada periode 2019-2020 dengan detail sebagai berikut:

1. Paspor Non-elektronik dengan nomor seri: C7093059 - C7592558, C7592559 - C9999999 dan E0000001 - E0351539.

2. Paspor Elektronik Polikarbonat dengan nomor seri: X1369301 - X1633800.

Sementara itu, Kemenlu menyampaikan bahwa mulai 2021, pemerintah telah kembali menggunakan seri blangko paspor yang memuat kolom tanda tangan pemegang paspor. 

Paspor biasa yang tidak memiliki kolom tanda tangan pemegang paspor sebagai mana dimaksud, tanda tangan pemegang paspor diterakan pada halaman 47 atau halaman 46 pada paspor dengan pengesahan oleh pejabat imigrasi di Indonesia atau pejabat konsuler di Perwakilan RI di luar negeri.

Dalam hal ini, pemerintah menegaskan, dokumen perjalanan sebagaimana dimaksud merupakan dokumen perjalanan Indonesia yang sah dan otentik. Namun, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman tetap bersikukuh, bahwa tambahan tanda tangan di kolom “Endorsements” tidak dapat diakui sebagai pengganti dari kolom tanda tangan di paspor Indonesia.

"Sehingga mengakibatkan paspor Anda tidak dapat diproses," demikian keterangan resmi Kedutaan Jerman. Kedubes juga memberikan saran kepada warga RI yang ingin bepergian. Pemilik paspor desain baru yang telah mendapatkan visa disarankan tidak pergi ke Jerman.

"Kemungkinan besar akan ditolak memasuki wilayah Jerman di perbatasan," tulis pernyataan resmi itu. (tim redaksi)

#polemikpasporindonesia
#pasporriditolakmasukjerman
#ditjenimigrasi
#kemenkumham
#kemenlu
#polemikdesainpasporindonesia
#kolomendorsement
#kolomtandatangan

Tidak ada komentar