Breaking News

Cegah Stunting Anak, Pemkab Lebak Gandeng Ikatan Bidan Indonesia

Ilustrasi petugas kesehatan mengukur berat badan balita di posyandu untuk mencegah stunting. Foto: net

WELFARE.id-Stunting atau kekerdilan jadi persoalan kesehatan serius terhadap anak-anak di Kabupaten Lebak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mengatasi dan mencegah stunting tersebut.

"Kita bersama tenaga bidan yang tergabung IBI bekerjasama untuk mencegah stunting," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Triatno Supiyono, Jumat (5/8/2022).

Kerja sama dengan para bidan, terang Triatno juga, karena tenaga bidan merupakan garda terdepan untuk pencegahan stunting, lantaran mereka melakukan pemeriksaan 1.000 (hari pertama kelahiran) mulai dari kehamilan 270 hari sampai 730 hari kelahiran.

Selanjutnya, kata Triatno juga, balita di atas 2 tahun diwajibkan mendapatkan pelayanan Posyandu agar terpantau tumbuh kembangkan kondisi kesehatan sang balita.
 
Balita akan dilakukan pemantauan sesuai dengan usia, termasuk berat badan dan tinggi badan. "Kami mengutamakan pencegahan stunting itu dari 1000 hari pertama kehidupan, karena jika di atas dua tahun tidak banyak kita lakukan," paparnya jug.

Menurutnya lagi, jumlah tenaga bidan yang tergabung IBI Kabupaten Lebak sampai Juli 2022 ini tercatat 1.513 anggota dan mereka bekerja tersebar di puskesmas, rumah sakit, klinik dan poskesdes.
 
Kehadiran tenaga bidan juga banyak yang bertugas di desa-desa sangat membantu untuk pencegahan stunting, termasuk di pedalaman masyarakat Badui.

Mereka tenaga bidan bersama kader posyandu dapat melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan mulai kehamilan hingga balita juga menyalurkan pendamping makanan tambahan (PMT).
 
Saat ini, jumlah balita yang teridentifikasi stunting di Kabupaten Lebak menurun berdasarkan hasil penimbangan pada Juni 2022 tercatat 5.596 orang dari sebelumnya 6.495 orang dengan total 101.073 anak.
 
Penyebab kasus stunting itu diakibatkan kekurangan gizi kronis yang lama, pola asuh yang kurang baik, daya beli, ketersediaan pangan, pernikahan dini,akses lingkungan, termasuk akses sanitasi dan air bersih.
 
"Kami optimistis dengan melibatkan tenaga bidan dipastikan prevalensi stunting sampai tahun 2024 menurun 14 persen sesuai harapan Bapak Presiden Joko Widodo," katanya Triatno juga.
 
Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Lebak Lela mengatakan pihaknya bekerja keras pencegahan stunting untuk menyelamatkan anak bangsa, karena jika anak terlahir stunting tentu akan berdampak terhadap kualitas dan SDM generasi penerus.
 
"Kami menginstruksikan 1.513 anggota bidan dapat berperan mencegah stunting," katanya. (tim redaksi)

#stunting
#kekerdilan
#pemkablebak
#provinsibanten
#dinkes
#bidan
#ikatanbidanindonesia

Tidak ada komentar