Breaking News

Cegah GTM, Dokter Anjurkan Orangtua Beri Cita Rasa Pada Makanan Anak dan Tanpa Gawai

Ilustrasi. Foto: net

WELFARE.id-Salah satu fase yang banyak ditakuti para orang tua ketika anak atau bayi yang mulai memasuki usia 6 bulan ke atas mengalami fase GTM atau Gerakan Tutup Mulut. 

Nah, GTM umumnya terjadi saat anak mulai diperkenalkan dengan MPASI, ditandai dengan anak sering menolak untuk membuka mulut saat diberi makanan. Lalu apa yang harus dilakukan saat anak melakukan GTM? 

Dokter spesialis anak Ardi Santoso menganjurkan orang tua untuk memberikan berbagai cita rasa dalam makanan bayi dan anak. Ia menyebut penyedap rasa (MSG) pun tak masalah digunakan saat memasak untuk anak asalkan diberikan dengan kadar secukupnya. 

"MSG aman untuk dikonsumsi semua tahapan usia manusia, bahkan bayi pun memiliki kemampuan metabolik yang sama dengan orang dewasa," ungkapnya dalam Webinar Ajinomoto X Katadata "Peran Umami dalam Mewaspadai Asupan Garam Berlebih untuk Hidup Lebih Sehat", dikutip Rabu (3/8/2022). 

Dr Ardi menjelaskan, kadar keamanan MSG diatur dalam peraturan menteri kesehatan dan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Aturan penggunaannya ialah dengan batasan secukupnya. 

Sebagai informasi, kadar keamanan MSG telah diatur di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, yang menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa atau umami. Lebih lanjut, dr Ardi menjelaskan bahwa MSG merupakan senyawa gabungan dari sodium/natrium (garam), asam amino glutamat dan air. 

Penegas cita rasa gurih yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai umami ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat. Kemudian, dilakukan penambahan garam sehingga mengkristal. Itu sebabnya, MSG sering ditemukan dalam bentuk kristal putih. 

Saat disinggung mengenai beragam mitos terkait MSG, dr Ardi mengatakan sejauh penelitian berkembang, tidak membuktikan secara valid dugaan bahwa MSG berdampak serius bagi kesehatan manusia. Bahkan, sebenarnya tubuh manusia sudah akrab dengan zat tersebut sejak dini. 

"Sebenarnya, secara alami asam glutamat terdapat di dalam tubuh kita dan bahan makanan yang mengandung protein, seperti susu, termasuk air susu ibu (ASI) memiliki asam glutamat," tukasnya. 

Menurut dr Ardi, asam glutamat adalah bagian dari protein yang penting untuk pertumbuhan fungsi saraf. Selain itu, MSG memiliki peran untuk membantu pencernaan, mengontrol nafsu makan, strategi diet rendah garam, membantu proses pencernaan di mulut, hingga menjaga kesehatan mulut. 

Tak hanya mengenalkan cita rasa, dr Ardi juga mengingatkan orang tua untuk tidak lupa mengenalkan tekstur dan menu beragam kepada anak secara perlahan, sesuai dengan tahapan dan usianya. Panduannya terdapat soal makanan pendamping ASI (MPASI)telah dirangkum lengkap di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 

"Semakin bertambah usianya, tentunya ia membutuhkan gizi serta nutrisi dari makanan padat, dan berikan tekstur serta cita rasa yang variatif untuk menunjang tumbuh kembang anak," imbuhnya. 

Sementara itu, Psikolog Irma Gustiana Andriani, M. Psi mengatakan, urusan anak dan menonton adalah hal yang seharusnya tidak dibarengi. Menurut Irma, ketika anak makan sambil menonton akan membuatnya tidak memiliki ingatan akan rasa dan tekstur. Hal tersebut juga yang membuat anak tidak menemukan kesenakan saat makan sehingga malas melakukannya. 

“Ketika makan ya makan, nonton ya nonton. Hal ini karena itu memengaruhi ingatan anak terhadap rasa dan tekstur makanan. Jadi konflik juga untuk anak saat makan sehingga tidak menyenangkan,” jelasnya. 

Untuk itu, menurut Irma dibutuhkan kiat-kiat sendiri agar membuat anak justru tertarik dan sangat berminat saat diminta makan orang tua. Dalam hal ini, orang tua harus memperhatikan persiapan dan penyajian makan yang diberikan. 

Irma menuturkan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat mempersiapkan makanan, di antaranya : 

•  Pahami perkembangan dan kebutuhan anak. 

• Libatkan anak saat berbelanja. 

• Coba diskusi dengan anak mengenai menu yang akan dibuat. 

• Ajak anak untuk menyiapkan bahan makanan. 

• Beri tanggung jawab kecil kepada anak saat proses persiapan atau memasak. 

• Usahakan makanan memberikan rasa yang menggugah selera anak. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, dalam penyajian juga orang tua khususnya Ibu harus bisa membuat penampilan menjadi lebih menarik. Hal ini akan membuat anak menjadi tertarik untuk mengonsumsi makanan tersebut. 

“Coba buat tampilan makanan yang menarik, bisa juga melibatkan anak untuk mempersiapkan makanan tersebut sekalian dapat bercerita mengenai bahan makanan untuk memberikannya pengetahuan,” jelas Irma. 

Saat makan sendiri juga penting untuk membuat jadwal yang teratur. Buat juga komitmen untuk berkumpul, berdoa bersama, serta tidak ada gawai, televisi, atau mainan ketika makan. Dengan begitu fokus anak hanya kepada makanan dan juga orang tua. (tim redaksi) 

#tipsatasianakgtm
#gtm
#mpasi
#tipsanakmakanlahap
#caraanakmaumakan
#parenting
#umami

Tidak ada komentar