Breaking News

Cacar Monyet terus Menyebar, Amerika Serikat Umumkan Darurat Kesehatan

Sejumlah warga mendaftarkan diri di lokasi vaksinasi cacar monyet di New York, Amerika Serikat (AS) pada 14 Juli 2022. Foto: Michael Nagle/Xinhua

WELFARE.id-Setelah penetapan darurat kesehatan tingkat lokal di sejumlah negara bagian karena penularannya yang terus meningkat, akhirnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Amerika Serikat (AS) menyatakan wabah cacar monyet (monkeypox) sebagai darurat kesehatan masyarakat, Kamis (4/8/2022). 

Seperti dilaporkan RT, pengumuman itu dibuat selang dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan klasifikasi virus cacar monyet sangat mudah menular dan telah menyebar di 75 negara di dunia. 

Menteri Kesehatan (Menkes) AS, Xavier Becerra mengumumkan deklarasi tersebut saat briefing kepada wartawan di Gedung Putih. Dia juga mendesak setiap orang Amerika untuk menganggap serius penularan virus cacar monyet.

Dengan menyatakan keadaan darurat, pemerintahan Presiden Joe Biden dapat mengakses lebih banyak dana untuk menangani virus yang berasal dari Afrika tersebut. Pemerintah bisa membeli dosis vaksin dari perusahaan farmasi dan menyediakan perawatan bagi warganya di rumah sakit di negara tersebut.

Sebelumnya, WHO menyatakan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional akhir bulan lalu. Penetapan status itu satu tingkat di bawah status pandemi Corona yang ditetapkan untuk COVID-19.

Sebelumnya, Kota San Francisco dan New York telah menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat terkait wabah tersebut, seperti halnya negara bagian New York dan Illinois.

Hingga kini, lebih dari 6.000 kasus cacar monyet telah tercatat di AS sejak Mei 2022 lalu. Virus ini menghinggapi sebagian besar pria gay. Sejauh ini, belum jelas apakah virus itu menyebar secara seksual atau melalui kontak yang lebih lama yang terlibat dalam hubungan seksual.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bulan lalu bahwa pria ”dengan banyak pasangan seksual” dari jenis kelamin yang sama sangat berisiko tertular cacar monyet.

Akibat merebaknya virus cacar monyet, membuat anak-anak AS ikut tertular. ”Setidaknya empat anak di AS telah tertular virus ini, menurut pejabat negara bagian dan federal. Dua kasus pertama, yang terakhir dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dilacak kembali ke individu yang berasal dari komunitas pria gay,” terang Direktur CDC Rochelle Walensky.

Untuk diketahui, cacar monyet mirip dengan cacar manusia yang diberantas pada tahun 1980, dan endemik di beberapa bagian Afrika Barat dan Tengah. 

Gejala awalnya termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, dan kelelahan, dan mereka yang menderita mengembangkan lesi kulit yang khas. Wabah terbaru dimulai pada Mei 2022 lalu di antara komunitas gay di beberapa negara Eropa.

Menurut laporan terbaru WHO yang diterbitkan akhir bulan lalu, 16.000 kasus cacar monyet telah tercatat di 75 negara di seluruh dunia. Lima kematian telah dikaitkan dengan virus tersebut. Sekitar 98 % pasien diidentifikasi sebagai ”pria yang berhubungan seks dengan pria”.

Vaksin gabungan cacar monyet/cacar yang diproduksi oleh Bavarian Nordic telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS sejak 2019 untuk menangkal penularan. 

Sementara beberapa kota di AS telah mulai memprioritaskan peluncuran vaksin itu untuk pria gay dan biseksual. Tapi Pemerintah Federal AS dilaporkan hanya memiliki sepertiga dari 3,5 juta vaksin yang diperkirakan diperlukan untuk mengakhiri wabah tersebut. (tim redaksi)


#kesehatan
#amerikaserikat
#cacarmonyet
#monkeypox
#daruratkesehatanmasyarakat
#kemenkesamerika
#xavierbecerra
#who

Tidak ada komentar