Breaking News

Bisnis Mebel dan Kerajinan Menjanjikan, HIMKI Targetkan Ekspor USD5 Miliar

Pameran mebel dan kerajinan IFEX 2022 (ist) 

WELFARE id-Industri mebel dan kerajinan Indonesia memiliki peran penting bagi pertumbuhan perekonomian. Bisnisnya pun sangat prospektif, tak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri tapi juga diekspor ke mancanegara. 

Berdasarkan hasil kajian Centre for Industrial Studies (CSIL), konsumsi furnitur global pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh sebesar 3,9 persen. Hasil studi CSIL ini diperkuat oleh Consumer Market Outlook yang dikeluarkan oleh Statista yang memperkirakan pendapatan industri furnitur global akan terus meningkat secara konsisten dari USD1,3 Triliun pada tahun 2020 ke USD1,6 Triliun pada tahun 2025. 

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mengatakan, industri mebel dan kerajinan berdampak positif bagi lingkungan serta penyerapan tenaga kerja. Menurut dia, setiap kenaikan USD1 miliar, ada 400 ribu tenaga kerja yang terlibat. “Industri mebel dan kerajinan mempunyai dampak yang sangat luas pada masalah lingkungan dan masalah lapangan kerja,” ujarnya saat mengunjungi pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2022, dikutip Kamis (25/8/2022). 

Dia mengaku saat menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dirinya sempat membuat road map terkait bagaimana penjualan industri mebel dan kerajinan bisa mencapai USD5 miliar pada 2019. 

Menurut Gobel, di era sebelumnya masih ada beberapa kendala sehingga target tersebut belum bisa terealisasi. Untuk merealisasikan target USD5 miliar tersebut, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) telah menyusun Grand Strategic Plan (GSP) Industri Merbel dan Kerajinan Nasional HIMKI 2022-2025. 

Sementara itu, Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur menargetkan nilai ekspor industri bisa mencapai USD5 miliar pada 2024. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penyelenggaraan IFEX, pihaknya cukup optimistis target ini bisa tercapai. 

“Dari catatan kami, nilai ekspor mebel dan kerajinan pada triwulan pertama 2022 telah mencapai USD1 miliar atau naik 15,87 persen dibanding nilai ekspor pada triwulan pertama 2021,” paparnya. 

HIMKI menargetkan nilai ekspor pada tahun ini bisa mencapai USD3,93 miliar dan naik menjadi USD4,46 miliar di tahun berikutnya. Pencapaian target ini dengan mempertimbangkan pertumbuhan CAGR sebesar 13,41 persen. 

Pameran IFEX yang menyasar pasar internasional memiliki andil besar dalam mendukung realisasi target di atas. Sebagai catatan, pada IFEX 2019, total transaksi yang diraih selama pameran mencapai USD1,270 miliar. Sementara nilai ekspor secara keseluruhan pada 2019 mencapai USD2,5 miliar. 

Berdasarkan hal ini terlihat bahwa setengah dari nilai ekspor pada 2019 merupakan hasil dari transaksi yang terjadi pada pameran IFEX. 

Tahun ini, pameran IFEX 2022 yang digelar pada 18-21 Agustus berhasil mencatatkan jumlah buyers dan visitors sebanyak lebih dari 7 ribu orang dari 72 negara. Sementara target nilai transaksi on-the-spot USD150 juta sementara follow up USD 500 juta. 

“Total nilai transaksi yang kami targetkan pada IFEX 2022 sekitar USD650 juta. Jumlahnya mungkin bisa lebih besar mengingat secara keseluruhan, capaian pameran ini melampaui target awal kami,” terang Abdul Sobur. 

Dari sisi buyers, Abdul Sobur menyatakan pihaknya juga optimis bisa melampaui target awal yaitu sebanyak 2 ribu buyers. (tim redaksi) 

#industri
#industrimebel
#industrikerajinan
#industrimebeldankerajinan
#ifex
#himki
#ekspormebeldankerajinan

Tidak ada komentar