Breaking News

"Baper" Kunjungan Pelosi ke Taipei, Tiongkok Kirim Jet Tempur dan Tembakkan Proyektil ke Selat Taiwan

Jet tempur. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Tiongkok tak sekedar mengancam. Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei, Taiwan benar-benar membuat Beijing marah!

Militer Tiongkok pun langsung bertindak, melakukan "psywar" terhadap Taiwan dan AS sekaligus. Melansir AFP, Jumat (5/8/2022), Tiongkok dilaporkan menembakkan proyektil ke Selat Taiwan, Kamis (4/8/2022).

Sejumlah wartawan AFP melihat beberapa proyektil kecil ditembak dari instalasi militer terdekat Tiongkok, sekitar pukul 13.13 waktu setempat. Gumpalan asap putih dan suara ledakan keras juga terdengar saat proyektil ditembakkan.

Penembakan proyektil ini dilaporkan kala Tiongkok memulai latihan militer besar-besaran di sejumlah titik mengepung Taiwan sebagai respons atas lawatan Pelosi ke Taipei sehari sebelumnya. Latihan itu termasuk simulasi tembak-menembak proyektil jarak jauh.

Militer Tiongkok mengatakan, telah memulai latihan militer dengan melakukan "penembakan peluru tajam jarak jauh ke daerah-daerah tertentu di timur Selat Taiwan." "Serangan presisi dilakukan di area tertentu di Selat Taiwan timur dan hasil yang diharapkan tercapai," kata Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melalui sebuah pernyataan Kamis siang.

Tak hanya itu, melansir Reuters, Tiongkok juga telah melancarkan beberapa serangan singkat di garis tengah atau median line yang membagi Selat Taiwan sejak Rabu malam. Seorang sumber pemerintah Taiwan mengatakan, sekitar 10 kapal perang Tiongkok secara singkat melintasi garis median sampai akhirnya "diusir" oleh kapal angkatan laut Taiwan.

Pejabat itu juga mengklaim kapal perang Tiongkok-Taiwan tetap berada di wilayah itu dalam jarak dekat. "Mereka (kapal perang Tiongkok) menyelinap masuk, dan diusir oleh kami," kata sumber Taiwan itu.

Kemudian, sedikitnya 27 pesawat tempur Tiongkok secara singkat melintasi garis median Selat Taiwan dan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan beberapa kali sejak Kamis pagi. Manuver provokatif itu pun memaksa Taiwan mengerahkan jet dan sistem rudal untuk melacak pergerakan mereka, kata pejabat tersebut.

"Mereka terbang masuk dan kemudian terbang keluar, lagi dan lagi. Mereka terus mengganggu kami dan meningkatkan tekanan pertahanan udara kami," kata sumber itu lagi.

"Tindakan ini merupakan pencegah serius terhadap eskalasi besar baru-baru ini dari tindakan negatif Amerika Serikat soal isu Taiwan. Ini peringatan serius bagi pasukan 'kemerdekaan Taiwan' yang mencari 'kemerdekaan,'" kata Kolonel Shi Yi, juru bicara Komando Militer Teater Timur China, melalui pernyataan resmi mereka.

Kementerian Pertahanan Tiongkok juga mengatakan, militer mereka saat ini "dalam siaga tinggi dan akan meluncurkan serangkaian operasi militer yang ditargetkan untuk melawan situasi saat ini. Mereka sudah ditugaskan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

"Siapapun yang ingin menggagalkan dan campur tangan kekuatan eksternal dan skema pemisahan kemerdekaan Taiwan, akan berhadapan dengan militer kami," bunyi pernyataan tersebut.

Menanggapi situasi panas antara Taipei-Beijing, Amerika Serikat (AS) justru menilai tindakan Tiongkok berlebihan. Melansir AFP, juru bicara Gedung Putih John Kirby menilai hal tersebut merupakan tindakan berlebihan. 

Tiongkok juga disebut menjadikan Nancy Pelosi sebagai alasan untuk meningkatkan aktivitas militer yang provokatif. "Tiongkok telah memilih untuk bereaksi berlebihan dan menggunakan kunjungan pembicara sebagai dalih untuk meningkatkan aktivitas militer yang provokatif di dalam dan sekitar Selat Taiwan," klaim John Kirby.

Pelosi meninggalkan Taiwan pada Rabu (3/8/2022) malam setelah 19 jam berada di Taipei dalam kunjungan bersejarah sekaligus kontroversial di tengah amarah Tiongkok. Kunjungan itu menjadikan Pelosi sebagai pejabat AS dengan posisi tertinggi yang datang ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Saat bertemu Presiden Tsai Ing Wen, Pelosi menegaskan bahwa kunjungannya 'sangat memperjelas' bahwa AS 'tidak akan meninggalkan' Taiwan yang merupakan sekutu demokratiknya. (tim redaksi)

#konfliktiongkoktaiwan
#selattaiwan
#kekuatanmilitertiongkok
#buntutkunjungannancypelosi
#jettempurtiongkok
#seranganproyektil
#amerikaserikat
#ketegangantaipeibeijing
#amarahtiongkok

Tidak ada komentar