Breaking News

Bakal Gunakan Dana Refocusing, Rencana Bangun Kantor Penghubung Banten Ratusan Miliar di IKN Bikin Heboh

Presiden Jokowi bersama gubernur dari 34 provinsi saat mengumpulkan kendi berisi air dan tanah dari seluruh Indonesia di Titik Nol IKN. Foto: net

WELFARE.id-Kehebohan kembali terjadi di internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Itu terjadi usai mencuat rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim), dan pembangunan rest area di kawasan Pelabuhan Merak yang mencontoh konsep rest area di Salatiga, Jawa Tengah.

Padahal kehebohan terkait polemik pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan SOTK dengan menghapus  8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berupa penggabungan 6 dinas dan 2 badan kepada DPRD Banten yang membuat PNS Pemprov Banten bergejolak belum juga usai.

Wacana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Kaltim dengan nilai Rp175 miliar dan pembangunan rest area raksasa di Merak senilai Rp125 miliar membuat sejumlah kepala dinas/badan di Pemprov Banten mulai resah karena akan ada lagi refocusing anggaran yang akan dialihkan untuk dua proyek dengan nilai anggaran Rp400 miliar yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2022 ini.

Rencana itu diungkap oleh pejabat eselon II Pemprov Banten yang gusar akan rencana tersebut. ”Jika rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Kalimantan Timur dan pembangunan rest area di kawasan Merak terealisasi, maka dana pembangunannya berasal sejumlah OPD dengan cara melakukan refocusing anggaran. Seperti saat Pendemi COVID-19 lalu,” terang pejabat yang minta namanya tidak dipublikasikan tersebut, Senin (1/8/2022).

Pejabat itu juga mengaku setuju dengan rencana pembangunan rest area raksasa di Merak seperti di Salatiga, Jawa Tengah, untuk menjadi kantong parkir saat arus mudik Idul Fitri, namun saat ini masih banyak kegiatan yang menjadi skala prioritas dibandingkan membangun rest area tersebut. Salah satunya untuk pendidikan atau untuk kegiatan mempercepat pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi Corona.

”Misalkan dua proyek itu jadi nilainya Rp400 miliar, kenapa anggaran sebesar itu kenapa tidak diprioritaskan untuk membangun ruang kelas baru di berbagai SMA/SMK negeri agar tidak terjadi lagi kekacauan PPDB yang nyaris terjadi setiap tahun. Pendidikan itu kan prioritas utama,” katanya juga.

Selain itu, ujar pejabat itu lagi, pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara juga terlalu cepat dan tidak urgent. Kenapa? Karena belum tahu kapan IKN Nusantara itu selesai dibangun dan dioperasikan sebagai ibu kota negara.

”Kalaupun IKN Nusantara di Kaltim itu sudah digunakan, kenapa kita tidak mengontrak kantor saja sementara, seperti halnya kantor Penghubung Pemprov Banten yang saat ini ada di Tebet, Jakarta Timur,” paparnya juga.

Ia juga menyatakan, seharusnya pembangunan kantor Penghubung Pemprov Banten di IKN Nusantara dan pembanguan rest area di Merak biarlah menjadi tanggung jawab Gubernur Banten definitif yang nantinya terpilih dalam Pilkada 2024 nantinya. 

Karena, ujar pejabat itu lagi, Al Muktabar hanya sebagai Pj Gubernur Banten atau gubernur sementara yang memiliki kewenangan terbatas sampai adanya kepala daerah definitif yang dipilih langsung oleh rakyat Banten dalam Pilkada Serentak 2024 mendatang.

”Jadi pertanyaan banyak pejabat dan PNS Pemprov Banten terkait kondisi gonjang-ganjing ini, dulu ketika pak Nata Irawan menjadi Pj Gubernur Banten perasaan adem adem saja dan tidak seheboh sekarang. Kondisi Pemprov Banten saat ini tidak baik-baik saja,” cetusnya.

Rencana Pemprov Banten yang akan membangun kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara dan pembangunan rest area raksasa di Merak dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Madani.  

”Benar ada wacana itu. Tapi tahapannya masih perencanaan, langkahnya masih panjang. Kalau konfirmasi ke pak Pj Sekda ajah,” terang Mahdani melalui pesan WhatsApp, Senin (1/8/2022).

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Moch Tranggono yang dikonfirmasi terkait rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara dan rest area di Merak, tidak merespon. Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke nomor pribadinya tidak berbalas. (tim redaksi)


#pemprovbanten
#kantorpenghubung
#restarearaksasa
#toljakartamerak
#iknnusantara
#refocusinganggaran
#pjgubernurbanten
#almuktabar

Tidak ada komentar