Breaking News

Aset Disita Satgas BLBI, Pemilik Bogor Raya Gugat ke PTUN

Club Golf Bogor Raya. Foto: ist

WELFARE.id - Juli lalu, Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) kembali menyita aset obligor atau debitor penerima dana BLBI tahun 1998. Satgas menyita harta kekayaan milik besan Setya Novanto, Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono (saudara Setiawan Harjono), obligor PT Bank Asia Pacific (Aspac) dan pihak terafiliasi berupa tanah dan bangunan. 

Tanah dan bangunan milik besan mantan Ketua DPR ini berupa PT Bogor Raya Development, PT Asia Pacific Permai, dan PT Bogor Raya Estatindo seluas total 89,01 hektar berikut lapangan golf dan fasilitasnya serta dua buah bangunan hotel. 

Aset tersebut terletak di Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain itu, Satgas BLBI juga menyita 32 rekening bank atas nama PT Bogor Raya Development dan PT Bogor Raya Estatindo. 

"Satgas telah melakukan penagihan kepada Setiawan Harjono dan Hendrawan Haryono, tetapi yang bersangkutan tidak menyelesaikan kewajiban sesuai peraturan yang berlaku," kata Ketua Satgas BLBI, Rionald Silaban dalam siaran pers, Rabu (22/6/2022) 

Rionald menuturkan, penyitaan dilakukan oleh Panitia Urusan Piutang Negara. Penyitaan ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. 

Menurut Rionald, nilai aset yang disita ini mencapai Rp2 triliun berdasarkan perkiraan awal. Penyitaan dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI dengan besaran utang sebesar Rp3.579.412.035.913,11, tidak termasuk biaya administrasi. "Penyitaan ini tidak menutup dan mengganggu serta tidak mengubah operasional hotel/klub golf dan karyawan," sebut Rionald. 

Lebih lanjut Rionald menyebut, Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset. 

"Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan mengembalikan hak tagih negara dari aset-aset obligor/debitor yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki obligor/debitor yang selama ini telah mendapatkan dana BLBI," sebut Rionald. 

Menanggapi penyitaan tersebut, baru-baru ini, PT Bogor Raya Development atau BRD bersama dengan anak usahanya PT Bogor Raya Estatindo atau BRE menggugat Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta terkait penyitaan tanah seluas 89 hektar miliknya. 

Gugatan tersebut dilaporkan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN) dengan nomor perkara 226/G/2022/PTUN.JKT untuk BRD yang terdaftar pada 18 Juli 2022. 

Sama halnya dengan BRD, BRE juga melaporkan gugatan pada hari yang sama dengan nomor perkara dan 227/G/2022/PTUN.JKT. Tim Kuasa Hukum Bogor Raya dari Lubis, Santosa, dan Maramis (LSM) Law Firm Leonard Arpan Aritonang mengatakan, gugatan dilayangkan Bogor Raya lantaran tak ada sangkut pautnya dengan para obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

"Nah, kalau ini Bogor Raya, kita bisa bilang ini betul-betul orang lain (tak ada sangkut paut dengan obligor BLBI), tiba-tiba asetnya disita, katanya berkaitan dengan kewajiban orang yang namanya Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono," ujarnya, dikutip Rabu (10/8/2022). 

Leonard mengatakan, pihaknya juga telah mendampingi pihak Bogor Raya yang telah dipanggil oleh Satuan Tugas (Satgas) BLBI dan telah menyampaikan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan kedua Harjono tersebut. 

Padahal, Satgas BLBI juga tidak pernah bisa menunjukkan bukti konkret Bogor Raya memakai uang dari Setiawan Harjono maupun Hendrawan Harjono. Sehubungan dengan penyitaan tersebut, Bogor Raya kemudian mengajukan gugatan kepada PUPN Cabang DKI Jakarta karena dinilai melawan hukum. "Nggak bisa lho pokoknya semua atas nama BLBI bisa terabas begitu aja. Jadi kita ini pakai cara-cara yang memang tersedia di jalur hukum," imbuhnya. 

"Kurang lebih intinya bahwa kita lihat itu janggal ya karena tadi disampaikan kita tidak tahu keterkaitannya apa antara Hendrawan dan Setiawan Harjono sama tanah itu, sama tanah Bogor Raya dan ini juga mereka tidak kasih tau dulu apa gitu," tambahnya. 

Adapun Bogor Raya dimiliki oleh investor asing yakni Golden Horse dari Labuan, Malaysia, dengan kepemilikan saham 90 persen, serta salah seorang warga negara Hongkong dengan komposisi saham 10 persen. (tim redaksi) 

#blbi
#satgasblbi
#SetiawanHarjono
#HendrawanHarjono
#PTBankAsiaPacific 
#Aspac
#PTBogorRayaDevelopment
#PTAsiaPacificPermai
#PTBogorRayaEstatindo

Tidak ada komentar