Breaking News

Arab Saudi Izinkan Jemaah Indonesia Umrah dengan Visa Turis, Kemenag: Tapi Ada Syaratnya

Umat Muslim dunia sedang beribadah di depan Kabah. Foto: Ilustrasi/ Reuters

WELFARE.id-Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan menghapus syarat visa khusus untuk umrah. Dengan demikian, seluruh pemegang visa Saudi bisa melakukan umrah.

Pemerintah Saudi menyebut Langkah itu bertujuan untuk memudahkan birokrasi dan membuka kesempatan kepada lebih banyak pengunjung sesuai target Visi 2030. 

Melansir Arabnews, Kamis (18/8/2022), keputusan itu datang bersamaan dengan dimulainya musim umrah tahun ini dan sebagai bagian dari upaya untuk memfasilitasi ibadah, memberikan layanan berkualitas tinggi dan memperkaya pengalaman keagamaan para jemaah.

Direktur Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin pun memebenarkan kabar tersebut. "Visa ziarah juga boleh melakukan umrah. Tapi sampai sana wajib mengisi aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna. Begitu juga dengan kunjungan Saudi Tourism boleh melakukan umrah, tentu ada paket-paket pengisian Tawakkalna dan Eatmarna harus diisi,” terangnya.

Indonesia memang masuk dalam daftar yang diizinkan bebas visa untuk melaksanakan ibadah umrah. Namun, di Indonesia memang masih ada regulasi tersendiri yang harus ditaati masyarakat.

"Kemarin (1 Agustus) kami sudah kunjungan ke Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bahwa Indonesia sudah diperbolehkan. Tapi Indonesia punya regulasi sendiri,” lanjutnya.

Regulasi di Indonesia mengatur bahwa jemaah yang akan menjalankan ibadah umrah dan haji harus melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah. Jadi, tidak bisa melakukan perjalanan secara mandiri.

Hal itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pasal 114, disebutkan bahwa perjalanan haji dan umrah di Indonesia harus diselenggarakan oleh PPIU Indonesia atau travel umrah. Hanya saja, karena masuk negara yang diperbolehkan bebas visa ada aturan yang berubah. 

Prosesnya kali ini berubah jadi tidak lagi harus melalui provider visa di Indonesia. Jadi, PPUI kini bisa langsung bekerja sama dengan provider visa di Arab Saudi yang sudah diakui Kementerian Haji dan Umrah.

Regulasi jemaah umrah dan haji masih perlu didampingi oleh PPIU, bertujuan untuk melindungi jemaah Indonesia. Termasuk untuk membimbing dari penginapan, transportasi, hingga bimbingan ibadahnya.

"Misalnya contoh kasus bepergian sendiri tidak ada paket-paketnya nanti di sana kebingungan hotelnya, perjalanan transportasinya, dab pembimbingan ibadahnya. Supaya masyarakat yang belum paham perjalanan belum paham bimbingan ibadahnya maka di Indonesia difasilitasi travel umrah,” tuntasnya. (tim redaksi)

#ibadahumrah
#pemegangvisasaudi
#arabsaudiperlonggaraturanvisaumrah
#visaturisbolehuntukumrah
#travelumrah
#kementerianagama
#kemenag

Tidak ada komentar