Breaking News

Akademisi Soroti Rencana Pemprov Banten Bangun Kantor Penghubung di IKN Bernilai Ratusan Miliar

Akademisi Universitas Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Adib Miftahul. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp175 miliar dan pembangunan rest area di kawasan Merak sebesar Rp125 miliar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menuai polemik baru.

Padahal kehebohan terkait pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan SOTK dengan menghapus  8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berupa penggabungan 6 dinas dan 2 badan kepada DPRD Banten yang membuat PNS Pemprov Banten bergejolak belum juga usai.

Wacana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara di Kaltim dan pembangunan rest area raksasa di jalan tol Jakarta-Merak senilai Rp400 miliar yang bakal menggunakan anggaran refocusing dari sejumlah dinas dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2022 ini mendapatkan sorotan dari Akademisi Universitas Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Adib Miftahul. 

Dia mengatakan kalau rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Kaltim dan rest area raksasa di Merak menandakan kalau Pj Gubernur Banten tidak paham skala prioritas dan karakteristik yang dibutuhkan masyarakat Banten

”Sekali lagi, entah apa yang merasuki Pj Gubernur Banten Al Muktabar ini? Dia kok gak paham skala prioritas dan karakteristik apa yg dibutuhkan masyarakat Banten. Skala prioritas untuk warga Banten itu kesehatan, pendidikan dan ekonomi serta ketimpangan infrastruktur,” terangnya, Senin (1/8/2022). 

Adib juga menyarankan agar Pj Gubernur Banten membenahi akses untuk kesehatan, agar orang miskin bisa berobat gratis dan bagus. ”Lalu bidang pendidikan, bagaimana agar warga Banten yang tak mampu dapat akses pendidikan setara. Bagaimana sentra ekonomi kreatif harus di-support. Itu yang penting,” cetus Adib.

Bahkan Adib menyinggung rencana pembangunan kantor penghubung Banten di IKN Nusantara di Kaltim, dengan menyebut kalau Pj Gubernur Banten ini seolah-olah seperti orang kuno. 

”Dia (Al Muktabar, Red) lupa kalo sekarang zaman sudah maju. Kantor virtual berbiaya murah sudah ada. Rapat via online juga bisa. Ingat ini era teknologi canggih. Tapi anehnya Pj Gubernur Banten ini kemarin usul sekolah Metaverse atau sekolah online, tapi di sisi lain paradigmanya masih kuno,” cetus Adib yang juga Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini. 

”Jangan-jangan Pj Gubernur Banten ini gak paham soal Metaverse lagi? Atau jangan-jangan hanya gemar mengeluarkan wacana dan untuk pencitraan biar dilihat bekerja dan inovatif? Apa urgensinya bangun kantor penghubung? Hanya pemborosan!,” cetus Adib juga.

Bahkan Adib menuding kalau Pj Gubernur Banten idenya hanya bangun proyek mercusuar tapi tanpa bisa merealisasikannya. ”Pertanyaan saya, kalau cuma asal membangun, ini Pj Gubernur Banten apa kontraktor?,” cetus Adib lagi.

Adib juga mengatakan terkait rencana pembangunan rest area di Merak untuk kantong parkir, itu hanya solusi mengatur lalu lintas saja. ”Ajak stakeholder duduk bareng juga selesai itu masalah macet saat mudik. Kebutuhan juga cuma setahun sekali, bisa juga konsesi sama pihak swasta atau pengelola tol, beres. Tak perlu repot Pemprov Banten bikin rest area raksasa,” tandasnya, Senin (1/8/2022).

Sebelumnya, rencana Pemprov Banten yang akan membangun kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara di Kaltim dan pembangunan rest area raksasa di Merak dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Mahdani.  

”Benar ada wacana itu. Tapi tahapannya masih perencanaan, langkahnya masih panjang. Kalau konfirmasi ke pak Pj Sekda ajah,” terang Mahdani melalui pesan WhatsApp, Senin (1/8/2022).

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Moch Tranggono yang dikonfirmasi terkait rencana pembangunan kantor Penghubung Banten di IKN Nusantara dan rest area di Merak, tidak merespon. Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke nomor pribadinya tidak berbalas. 

Begitu juga Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang dikonfirmasi oleh wartawan juga tidak merespons. Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke nomor pribadinya tidak berbalas. (tim redaksi)


#pemprovbanten
#kantorpenghubung
#iknnusantara
#restarearaksasa
#toljakarta-merak
#akademisi
#adibmiftahul
#unistangerang

Tidak ada komentar