Breaking News

Ada Penambahan 2.000 Penduduk di IKN, Sektor Properti Siap Petakan Potensi Pasar

Desain IKN Nusantara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Telah terjadi peningkatan jumlah penduduk di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat, hingga bulan Agustus 2022 ini, tercatat telah terjadi penambahan 2.000 orang pendatang yang masuk dan menetap di sekitar IKN, khususnya di kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur.

Hal diungkapkan Plt Camat Sepaku Adi Kustaman, saat ditemui awak media, dikutip Kamis (11/8/2022). Ia mengatakan, penambahan jumlah penduduk di sekitar kawasan IKN itu mulai terjadi sejak 2 tahun lalu.

Tepatnya, sejak Presiden resmi mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara ke wilayah Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan timur. "Lonjakan penambahan jumlah penduduk di sekitar IKN ini, khususnya yang masuk dan menetap di Kecamatan Sepaku sebenarnya terjadi sejak 2 tahun lalu, sejak Presiden resmi mengumumkan keputusan pemindahan Ibu Kota Negara ke wilayah Sepaku ini," bebernya.

Penambahan jumlah penduduk kian signifikan sejak pemerintah melalui Badan Otorita IKN (BOI) bersama sejumlah kementrian terkait mulai melakukan pembangunan jalan akses untuk menyuplai pasokan logistik dan material pembangunan, jumlah penduduk di sekitar kawasan IKN terus semakin meningkat. 

Bahkan hingga saat ini, jumlah pendatang yang masuk dan menetap di sekitar kawasan IKN tercatat sudah mencapai lebih dari 2.000 orang.

Adi mengaku saat ini jumlah penduduk di sekitar kawasan IKN, khususnya yang berada di Kecamatan Sepaku telah mencapai 37.800 jiwa, dengan adanya penambahan 2.000 orang pendatang ini, maka telah terjadi lonjakan jumlah penduduk mencapai 5%. Jumlah ini diakui memang cukup tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pemerintah daerah setempat melalui kecamatan dan pemerintah desa, tidak akan menerapkan pembatasan tertentu untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk di sekitar kawasan IKN. Pihaknya hanya mengimbau agar para pendatang segera melaporkan ke ketua RT atau pun kepala desa setempat jika berniat untuk menetap atau pun tinggal selama lebih dari 2 x 24 jam.

Pengembang properti mulai sibuk

Sementara itu, penambahan jumlah penduduk juga menyebabkan sektor properti di wilayah IKN turut bergeliat. Sebanyak 55 pelaku usaha mengikuti diklat yang diadakan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Timur (Kaltim). 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengembang serta memetakan potensi industri properti bagi pengembang di Kaltim. Ketua DPD REI Kaltim Bagus Susetyo menjelaskan, pasca penetapan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi IKN Nusantara, akan timbul gelombang migrasi masyarakat dari DKI Jakarta dan sekitarnya ke lokasi tersebut.

Mulai 2024 akan ada 150 ribu aparatur sipil negara (ASN) yang pindah ke IKN. Sedangkan proyeksi hingga tahun 2045 mendatang, IKN Nusantara akan dihuni sekitar 1,5 juta penduduk.

"Ini menimbulkan secercah harapan baru bagi pengembang di Kaltim. Pembangunan IKN akan memicu kebangkitan kembali sektor properti di Provinsi Kaltim sebagaimana terjadi pada saat booming komoditas batu bara di tahun 2013 silam," ucap Bagus dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (11/8/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, industri properti dan perumahan masih sangat prospektif. Pasalnya, masih ada 11,8 juta angka kebutuhan rumah (backlog) di Tanah Air.

"Tidak hanya itu, setiap tahun sedikitnya ada 800 ribu unit kebutuhan masyarakat akan ketersediaan rumah. Sedangkan di Kaltim, setiap tahunnya ada kebutuhan baru sebanyak 15 ribu unit rumah," sambungnya.

Menurut Bagus, diklat ini bertujuan mencetak pelaku wirausaha muda di bidang properti, utamanya dalam hal penyediaan hunian di Kaltim. "Kondisi sosial, budaya dan politik di Kaltim paling kondusif dibandingkan provinsi lainnya yang ada di Pulau Kalimantan," jelas Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. (tim redaksi)

#penambahanpendudukdiikn
#pendatangkeikn
#iknnusantara
#sektorproperti
#reikaltim
#pendudukiknbertambah
#penajampaserutara
#kalimantantimur

Tidak ada komentar