Breaking News

6 Kuliner Asia Ini Terdaftar di UNESCO, Paling Banyak Makanan Indonesia

Rendang. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Warisan budaya tak benda berupa kuliner banyak didaftarkan ke UNESCO. Alasannya, supaya kuliner tadi terbantu dari segi promosi sampai terjaga kelestariannya sebagai makanan atau minuman milik suatu negara.

Meski terkenal sebagai surganya kuliner, ternyata belum banyak kuliner Asia yang terdaftar di UNESCO. Ini beberapa di antaranya:

1. Washoku, Jepang

Melansir Nippon, Sabtu (6/8/2022), Washoku sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda UNESCO sejak akhir 2013. Lalu, apa itu washoku? 

Washoku diambil dari bahasa Jepang yang artinya keseimbangan. Memang betul karena makanan yang terdiri dari nasi dan lauk pauk. Lauk pauk yang terdapat di washoku terdiri dari unsur alam, ada daging, sayur, dan makanan laut.

Dianggap komposisi menyehatkan, terlebih umumnya washoku dibuat tanpa menggunakan bumbu. Kuliner ini jadi makanan alternatif orang Jepang saat diet, lho.

2. Kimchi, Korea Selatan

Dilansir The Korea Times, kimchi juga terdaftar di UNESCO sekitar akhir tahun 2013. Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan makanan khas Korea Selatan ini.

Kimchi sudah ada sejak ribuan tahun lamanya. Makanan kebanggaan orang Korea ini merupakan olahan fermentasi dari sayuran. 

Seperti diketahui, kimchi berbahan sawi paling dikenal. Namun siapa sangka, kimchi bisa dibuat juga dari lobak, daun bawang, sampai daun selada. 

Rasanya perpaduan asam dan pedas membuat kimchi sering dipadukan dengan makan Korea lainnya.

3. Airag, Mongolia

Airag adalah sejenis minuman terbuat dari susu fermentasi. Bukan sapi maupun domba. Jenis susu yang digunakan berasal dari kuda. Mengingat hewan berkaki empat tersebut jumlahnya cukup dominan di Mongolia.

Mengandung gizi yang cukup tinggi. Mongolia tak menyia-nyiakan keberadaannya airag, dan mendaftarkannya pada UNESCO. Tepat pada tahun 2019, airag diakui organisasi tersebut sebagai warisan budaya tak benda milik Mongolia, seperti dilansir MONTSAME.

4. Rendang, Indonesia

Sempat jadi rebutan antara Indonesia dan Malaysia. Melansir Archyworlds, rendang dipatenkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013. Jauh sebelum didaftarkan pada organisasi tersebut, rendang sudah diakui dunia sebagai makanan khas Indonesia.

Rendang sendiri sudah tercipta ribuan tahun lamanya. Makanan terenak di dunia ini lahir di tanah Minangkabau. 

Saat tercipta, rendang dibuat dari daging kerbau. Lambat laun, kuliner kaya rempah ini identik berbahan daging sapi.

5. Lumpia, Indonesia

Melansir Kemendikbud, makanan khas Indonesia hasil asimilasi budaya dengan Tiongkok bernama lumpia juga sudah terdaftar di UNESCO sejak 2014.

Lumpia yang memiliki kulit bertekstur renyah saat digoreng, dan lembut ketika dikukus merupakan makanan khas dari Kota Semarang. 

Lumpia

Mudah sekali menjumpai lumpia sebagai jajanan sampai oleh-oleh. Awal kemunculannya, lumpia berbahan dasar daging babi cincang. 

Karena mayoritas orang Jawa dulu tidak mengonsumsi daging tersebut. Isi lumpia diinovasi. Bisa dari rebung, sayuran, daging ayam, maupun campur.

6. Nasi goreng, Indonesia

Meski di setiap negara terdapat nasi goreng. Namun, nasi goreng khas Indonesia berbeda dari negara lainnya. 

Di mana nasi goreng kita lebih menonjolkan rasa pada bumbu rempah, lho. Selain rendang, nasi goreng Indonesia rasanya sering dipuji oleh wisatawan asing sampai selebrita dunia, lho. (tim redaksi)

#makananwarisandunia
#unesco
#rempah
#makananasia
#kimchi
#rendang
#lumpia

Tidak ada komentar