Breaking News

2.000 Korban Banjir dan Tanah Longsor Sorong Mengungsi di 5 Pengungsian, BPBD Bantu Urus 3 Korban Tewas

Banjir kepung Sorong, Papua Barat. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Banjir dan tanah longsor di Sorong, Papua Barat, menelan korban jiwa. Sedikitnya, 3 orang tewas dan 10 orang lainnya luka-luka akibat musibah itu.

Seorang warga bernama Rohman Mustafa tewas akibat tertimbun tanah longsor di rumahnya di Jalan Bukit Zaitun, belakang SD Inpres 46, Kelurahan Malamso, Distrik Malamsisa, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/8/2022) malam. Saksi mata bernama Hengky Momot mengatakan, musibah tanah longsor terjadi saat hujan deras selama dua jam.
 
Sekitar pukul 23.30 WIT hujan mulai berhenti. Namun tiba-tiba terdengar suara keras dari arah bukit.

Ternyata sebuah rumah roboh dan langsung hancur rata dengan tanah. "Tiba-tiba ada bunyi keras dari atas rumah dan pohon semua ikut longsor dan menimpa rumah milik korban. Kita keluar sudah tidak bisa tolong karena korban tertimbun longsor," ujar Hengky, dikutip Kamis (25/8/2022).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan, korban meninggal terdiri dari dua orang yang merupakan ibu dan anak yang ditemukan pada hari pertama dan satu orang ditemukan meninggal pada hari kedua.

"Korban musibah tanah longsor yang menimpa ibu dan anaknya sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Korban ketiga atas nama Rohman Mustafa sudah diberikan bantuan berupa peti jenazah untuk proses pemakaman,"ujar Herlin di posko BPBD Kota Sorong. 

BPBD telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir dan tanah longsor di Sorong selama 14 hari ke depan. Bantuan untuk pengungsi banjir bandang dan tanah longsor juga sudah disalurkan ke tempat pengungsian. 

Sedikitnya, ada lima tempat pengungsian yang menampung 2.000 warga Sorong. Herlin menjelaskan, bantuan-bantuan dari Kementerian Sosial RI telah tiba di Sorong di lima kelurahan yang terdampak.

"Iya, sudah. Jadi tadi kita sudah distribusi bantuan ke lima kelurahan (lima titik pengungsian). Bantuan bahan makanan, kemudian juga ada perlengkapan kebersihan, family kit, tikar, selimut, tenda," rincinya.

Pengungsi kini menetap di posko-posko pengungsian, di antaranya SMP Muhamadiyah, Kilo Meter 10, Kota Sorong ada 200 jiwa, Kelurahan Klasabi ada 800 jiwa, di Kelurahan Kladufu ada 1.000 jiwa dan di Jalan Arteri ada 45 KK. "Data sementara jumlah pengungsi ada 2000 jiwa saat ini," imbuhnya.

Sementara itu, dari catatan BPBD Kota Sorong, ribuan warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebar di empat distrik, di wilayah Kota Sorong. 

"Seluruhnya ada empat distrik yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kota Sorong. Distrik Manoi, Distrik Sorong Kota, Distrik Sorong Timur, Distrik Sorong Utara, dan Distrik Sorong Barat," paparnya. (tim redaksi)

#banjirbandangdipapuabarat
#tanahlongsordipapuabarat
#korbantewas
#korbanluka
#tendapengungsian
#pengungsi
#bpbdkotasorong

Tidak ada komentar