Breaking News

WO Bharata Masuki Usia 50 Tahun, Bukti Wayang Orang Masih Eksis

Pertunjukan wayang irangbdi WO Bharata. Foto: net

WELFARE id-Juli menjadi bulan yang penuh makna bagi Paguyuban Wayang Orang Bharata (WOB), yang berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Tahun ini, mereka memasuki tahun emas, 50 tahun. 

Perayaannya sudah dilakukan 5 Juli 2022, lalu. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pementasan lakon Gatotkaca di Gedung Pertunjukan Wayang Orang atau WO Bharata. Penyelenggaraan pentas wayang orang ini mengusung tema “Langgengmu adalah Harapanku, Lestarimu adalah Tanggung Jawabku.” Selain itu, lakon Gatotkaca direpresentasikan sebagai unsur kegagahan yang relevan dalam setiap zaman. 

Anies menyampaikan, perjalanan yang sudah dilewati Paguyuban WOB tidaklah mencerminkan sebuah usia yang tua karena sistem regenerasi yang dibentuk akan membuat Paguyuban WOB dapat berkiprah dalam waktu panjang. "Bahkan, usia emas ini menjadi pondasi yang menunjukkan komitmen keseriusan untuk menjaga dan mengembangkan tradisi wayang orang," ujarnya. 

WO Bharata dari Masa ke Masa 

Dikutip dari jakarta-tourism.go, komunitas Wayang Orang Bharata telah berdiri sejak tahun 1963. Namun, awalnya paguyuban ini bernama Wayang Wong Panca Murti sebagai sebuah kelompok seni. Gedung pusat paguyuban ini berada di gedung Rialto Theater yang sekarang dinamakan Gedung Wayang Orang Bharata, tepatnya di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Meskipun beberapa orang dari paguyuban ini sempat meninggalkan gedung pusat, tetapi sebagiannya memilih untuk tetap berada di sana dan membangung ulang komunitas wayang orang. 

Mereka yang memilih untuk tetap tinggal di gedung itu mengajak salah satu sutradara film ternama kala itu, yakni Djadoeg Djajakusuma untuk bergabung dengan Wayang Orang Bharata. Mereka mengajak Djadoeg Djajakusuma karena pernah bekerjasama dalam suatu pementasan berjudul Bima Kroda pada tahun 1967. Kemudian pada 5 Juli 1972, WO Bharata resmi berdiri sebagai paguyuban sampai hari ini . 

Paguyuban Wayang Orang Bharata (PWOB) menjadi satu dari sedikit paguyuban seni yang ada dan tersisa di Indonesia. Paguyuban ini memiliki lebih dari seratus penari, sinden, dan pengrawit dari berbagai kelompok usia. Biasanya secara rutin setiap akhir pekan, paguyuban ini menampilkan pertunjukan di Gedung Wayang Orang Bharata yang berada di Senen, Jakarta Pusat itu. 

Memang sejak awal Paguyuban Wayang Orang Bharata bersifat sukarela, tanpa adanya penggajian. Dikutip dari kuratorial.dkj.or, pembiayaan untuk penyelenggaraan pentas datang dari penjualan tiket dan subsidi dari pemerintah DKI Jakarta. Selain itu, paguyuban ini juga mendapatkan bantuan dari beberapa donatur dan pihak lainnya. Tidak jarang juga, paguyuban ini mendapatkan bantuan dalam bentuk dokumentasi video dan foto, desain grafis, dan promosi online secara cuma-cuma. 

Harga tiket yang diperjualbelikan untuk menyaksikan pentas Wayang Orang Bharata sekitar Rp60.000 untuk kelas VIP (Very Important Person), Rp50.000 untuk Kelas 1 (pertama), dan Rp40.000 untuk penonton di balkon. Namun, harga ini bisa mengalami perubahan tergantung pada perekonomian di wilayah DKI Jakarta. 

Pada tahun 2000-2004, gedung Wayang Orang Bharata direnovasi oleh pemerintah DKI Jakarta. Akibatnya, fasilitas yang berada di gedung ini sampai sekarang masih terawat dengan baik. Selain itu, tata cahaya dan tata suara juga masih sangat layak untuk menunjang pementasan. Panggung megah dalam gedung ini memiliki fasilitas layar running text yang berguna untuk menampilkan teks ketika para tokoh beradegan. 

Setelah melakukan renovasi beberapa tahun silam, kini kembali diberitakan Anies Baswedan bahwa pemerintah DKI Jakarta siap melakukan pemugaran kembali untuk gedung ini pada Agustus 2022 nanti. Pernyataan ini pun diafirmasi oleh ketua Wayang Orang Bharata yang menjabat tahun 2022, Pujo Setyo. (tim redaksi) 

#seni
#budaya
#wayang
#wayangorang
#WayangOrangBharata
#wobharatasenen

Tidak ada komentar