Breaking News

Tiga Kali Rapat Paripurna DPRD Prabumulih Tak Quorum, Wali Kota: Kami Terapkan Perkada

Rapat paripurna DPRD Kota Prabumulih yang tidak kuorum karena dihadiri 13 anggota dewan, Rabu (13/7/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Rapat paripurna DPRD Kota Prabumulih di yang digelar di Gedung DPRD Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) batal digelar karena dewan yang hadir hanya sedikit alias tidak qourum, Rabu (13/7/2022). 

Ini bukan kali pertama rapat paripurna gagal digelar tapi sudah ketiga kalinya secara berturut-turut karena anggota dewan tidak quorum. Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya buka suara terkait ketiga kalinya gagal rapat paripurna tersebut. 

Untuk diketahui, paripurna anggota DPRD Kota Prabumulih itu dengan agenda pengesahan jadwal kegiatan pembahasan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Prabumulih tahun anggaran 2021 itu sudah tiga kali digelar dan selalu batal.

Atas batalnya rapat paripurna DPRD Prabumulih  untuk ketiga kalinya itu membuat Wali Kota Prabumulihmeyesalkan sikap para anggota dewan tersebut.

Sebelumnya, rapat paripurna anggota DPRD Kota Prabumulih pertama digelar pada Rabu (15/6/2022) tapi batal digelar karena hanya dihadiri 2 anggota dewan. Lalu paripurna kedua dengan agenda yang sama pada Rabu (6/7/2022) kembali ditunda karena hanya 10 dewan yang hadir.

Lalu paripurna anggota DPRD Prabumulih ketiga pada Rabu (13/7/2022) kembali batal disebabkan hanya dihadiri 13 anggota DPRD Prabumulih.

Parahnya, pada paripurna ketiga ini ada beberapa anggota DPRD Prabumulih datang ke gedung Pemkot Prabumulih namun diketahui malah tidak masuk ke ruang paripurna.

Pantauan di gedung DPRD Prabumulih, paripurna sendiri dijadwalkan pada pukul 10.00 namun hingga pukul 12.00 hanya sedikit dewan yang hadir sehingga harus diundur hingga pukul 14.00.

Namun setelah pukul 14.00, paripurna digelar namun tetap tidak qourum. Padahal sudah dua kali dilakukan skor, namun anggota dewan yang hadir hanya 13 orang termasuk 3 pimpinan dewan sehingga tidak qourum.

"Ini sudah tiga kali, berarti nanti kita menerapkan perkada (Peraturan Kepala Daerah), cuman kita mau mengingatkan saja, mereka itu kan bukan mewakili pribadi tapi di pundak mereka (dewan, red) ada dapil mereka masing-masing, itu perlu kita ingatkan," cetusnya. 

Ridho juga mengatakan, pesan kedua darinya yakni jika tidak dari diri sendiri merubah maka akan ikut tergulung oleh masalah nantinya.

”Jadi kita berperan, renungkan mereka itu mewakili masyarakat yang memilih mereka, jadi bukan pribadi tapi mewakili daerah pemilihan masing-masing," sesalnya.

Disinggung apa yang perlu diubah dewan, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini menjelaskan perlu diubah adalah paradigma dimana selama 10 tahun pakai pola lama.

"Harus merubah ke yang lebih baik, kita harus mengikuti pola yang baru sekarang ini karena kalau tidak merubah maka akan tergulung kita. Masalah lain ya no komen saya," cetusnya juga. 

Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih Sutarno mengungkapkan sesuai jadwal pihaknya terus berupaya agar paripurna bisa dilaksanakan namun terpaksa dibatal lagi.
"Alasan tidak hadir ada yang naik haji, dan operasi. Langkah kita selanjutnya tetap menjadwalkan banmus hingga batas akhir 31 Juli akan tetap kita jadwalkan," katanya.

Disinggung terkait ada dewan yang datang namun tidak naik ke lantai 3 ruang paripurna, Sutarno mengaku tidak mengetahui dan hingga selesai sidang tidak ada konfirmasi apa alasanya.

"Jika hingga batas tidak juga maka Perkada nantinya. Kita sebagai pimpinan sudah menjalankan sesuai dengan tata tertib dan aturan," bebernya seraya mengatakan dalam Tatib DPRD bila seorang anggota dewan sudah 6 kali tidak hadir maka akan ditegur dari Badan Kehormatan (BK).

”Artinya tetap kita jalankan sesuai aturan, ini masih ada waktu setengah bulan. Nanti akam dikejar dan dikebut, mungkin dipersingkat peninjauan lapangannya," tambah Sutarno juga. 

Sementara itu di tengah masyarakat Kota Prabumulih beredar isu belum lengkapnya dewan mengikuti paripurna disebabkan belum dapatnya kue proyek dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. (tim redaksi)


#sidangparipurna
#gagaltigakali
#walikotaprabumulih
#ridhoyahya
#tidakquorum
#pertanggungjawaban
#apbd2021




Tidak ada komentar