Breaking News

Terkait Isu Tilang ’Stut’ Motor, Dirlantas: Seharusnya Polisi Menolong Bukan Menilang!

Teknik ’stut’ motor untuk membantu motor mogok. Foto: Potongan layar YouTube

WELFARE.id-Dalam beberapa hari terakhir ini, beredar kabar terkait sanksi tilang dan juga denda hingga Rp250 ribu bagi pengendara sepeda motor yang kedapatan melakukan ’stut’ untuk membantu motor yang mogok.

Tapi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan tidak akan menilang pengendara motor yang kedapatan menolong pemotor mogok dengan cara menggunakan teknik ’stut’. 

Untuk diketahui, teknik ’stut’ motor dilakukan menggunakan kaki yang berpijak pada salah satu bagian dudukan kaki (foot step) atau bagian ujung knalpot untuk membantu motor yang mogok.

"Tidak akan menilang yang ’stut’ motor. Justru sebaliknya harus ditolong, biasanya yang sepeda motor mogok atau kehabisan bensin,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/7/2022).

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur sanksi bagi penggendara yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain. 

Tapi, Sambodo meminta kepada petugas kepolisian untuk ikut memberikan bantuan kepada pengendara sepeda motor yang sedang mengalami kesulitan di jalan tersebut.

”Seharusnya polisi ikut menolong, bukan menilang. Jadi Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menilang yang ’stut’ motor, malah sebaliknya harus ditolong yah," cetus Sambodo juga.

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir beredar kabar di sejumlah media online terkait sanksi tilang dan juga denda hingga Rp 250 ribu bagi pengendara sepeda motor yang kedapatan melakukan stut.

Sanksi itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), tepatnya pada pasal 287 ayat 6. 

Dalam pasal itu dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (tim redaksi)

#kontroversi
#stutmotor
#motormogok
#penilangan
#poldametrojaya
#ditlantas
#dirlantaspoldametrojaya
#brigjenpolsambodopurnomoyogo

Tidak ada komentar