Breaking News

Tergiur Gaji Tinggi, 60 WNI Disekap di Kamboja, 55 Orang Berhasil Dibebaskan

WNI Korban online scaming di Kamboja (ist) 

WELFARE.id-60 WNI dilaporkan disekap di Kamboja. Mereka adalah korban lowongan kerja bodong. Para WNI tersebut bekerja di perusahaan penipuan online, seperti menjual investasi bodong. Di Laos, ada kasus WNI yang diancam dijadikan pekerja seks komersial jika tak memenuhi target. 

Kemlu RI menyebut hal itu baru sebatas ancaman dan belum kejadian. Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut ada banyak rupanya. WNI pun belum tentu mendapat gaji. 

"Dia punya cara masing-masing. Ada yang seperti dia disekap. Ada yang memang simply penipuan kerja saja, jadi mereka tidak dikasih tahu bahwa nanti ujung-ujungnya adalah bekerja di perusahaan online scam, dan ada juga yang gajinya tidak dibayar," ungkapnya, dikutip Minggu (30/7/2022). 

Sementara itu, Polri mengatakan 55 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan kerja dan disekap di Kamboja terdiri dari 47 pria dan 8 wanita. Para WNI itu dibebaskan oleh polisi Kamboja. "Ke 55 WNI tersebut terdiri dari 47 pria dan 8 wanita," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. 

Ramadhan menuturkan 55 WNI yang disekap itu tersebut kini sudah dibebaskan. Proses pembebasan dibantu oleh Kepolisian Kamboja. "Saat ini sebanyak 55 WNI telah dibebaskan oleh Kepolisian Kamboja," tukasnya. 

Saat ini, 55 WNI tersebut sedang dimintai keterangan oleh Kepolisian Sihanoukvile Kamboja. Para WNI itu akan dibawa Phnom Penh besok. "Masih dalam pemeriksaan Kepolisian Sihanoukvile Kamboja. Kemungkinan besok akan digeser ke Phnom Penh," ucapnya. 

Sebelumnya, 55 WNI di Kamboja berhasil diselamatkan dari tempat penyekapan oleh tim kepolisian Kamboja, sedangkan 5 WNI lainnya masih proses evakuasi. 

Menlu RI Retno Marsudi mengatakan setelah dievakuasi, 55 WNI tersebut akan dimintai keterangan oleh kepolisian sebelum direpatriasi ke Indonesia. "Pasca evakuasi ke lokasi aman, beberapa hal yang akan dilakukan. 

Pertama pihak kepolisian akan melakukan BAP untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Kedua, selanjutnya para WNI akan diserahterimakan kepada KBRI Phnom Penh dan akan dipindahkan dari Sihanoukville ke Phnom Penh," kata Retno. 

Selanjutnya, 55 WNI korban penyekapan yang berhasil dievakuasi itu akan dilakukan skrining terkait indikasi kasus perdagangan orang. Kemudian setelah itu 55 WNI tersebut akan direpatriasi ke Indonesia. "Sesuai SOP, staf KBRI akan melakukan wawancara berdasarkan skrining form indikasi korban TPPO (tindak pidana perdagangan orang), dan selanjutnya akan direpatriasi ke Indonesia," tandasnya. 

Retno mengapresiasi bantuan Menteri Luar Negeri Kamboja yang membantu penyelamatan WNI yang dikabarkan di sekap di Kamboja. Retno mengaku Indonesia dan Kamboja akan berkoordinasi apabila terdapat kasus serupa yang terjadi. 

"Izinkan pada kesempatan ini saya ucapkan penghargaan dan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemerintah dan otoritas Kamboja atas kerjasama dan bantuan dalam proses evakuasi ini," katanya. 

Retno mengatakan kasus WNI yang tertipu lowongan kerja di luar negeri bermodus online scam tidak hanya kali ini. Retno mengatakan sejak 2021 telah ada ratusan WNI yang dipulangkan dari Kamboja ke tanah air akibat kasus penipuan kerja, ia meminta agar dilakukan pencegahan. 

"Sekali lagi langkah pencegahan harus dilakukan secara serius, kita harus tangani masalah ini dari dan sampai akarnya. Perlu penegakan hukum yang tegas, perlu penegakan hukum secara tegas terhadap para perekrut di dalam negeri," ujarnya. 

Selain itu masyarakat diminta kesadaran tinggi terhadap modus penipuan dan pemerintah akan melakukan kerjasama lintas negara. Oleh karena itu untuk membahas pencegahan kasus perdagangan orang, Menlu Retno akan bertemu dengan otoritas Kamboja untuk membahas langkah selanjutnya. 

"Baru beberapa menit yang lalu diperoleh konfirmasi bahwa pertemuan saya dengan commisioner general (seperti Kapolri di Indonesia) akan dilakukan 2 Agustus di Markas Besar Kepolisian Kamboja di Phom Pehn," pungkasnya. (tim redaksi

#wni
#wnidisekapdikamboja
#menlu
#perdaganganmanusia
#lowongankerjabodong
#onlinescam

Tidak ada komentar