Breaking News

Syarat Perjalanan Terbaru Wajib Vaksin Booster, Epidemiolog: Aturan yang Sudah Tepat!

Penumpang pesawat melintas di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Melonjaknya kasus penularan virus Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, membuat pemerintah melakuka revisi beberapa aturan. Selain penerapan kembali penggunaan masker di luar ruangan, aturan bepergian juga diperketat. 

Guna meningkatkan perlindungan bagi masyarakat saat bepergian, pemerintah menyesuaikan aturan perjalanan dalam dan luar negeri melalui 2 Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19. 

Salah satu aturan yang diperbaharui vaksinasi dosis ketiga atau booster dijadikan syarat wajib perjalanan pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan selain untuk meningkatkan perlindungan, dua kebijakan ini juga untuk memacu program booster vaksinasi di dalam dan luar negeri. 

Sehingga, masyarakat yang sudah booster tidak menulari orang lain jika sedang bepergian. Wiku menyebutkan, kebijakan masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Indonesia masih sama seperti sebelumnya. 

Namun, PPLN perlu menyesuaikan kebijakan PPDN jika akan bepergian secara domestik atau di dalam Indonesia. "Kebijakan akan berlaku per 17 Juli, dan akan dievaluasi setelah berjalan. Satgas merilis kebijakan 10 hari sebelumnya sebagai pra kondisi, sehingga masyarakat punya waktu untuk mendapatkan vaksin booster," ujar Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/7/2022). 

Dalam aturan terbaru, Wiku mengatakan, penyesuaian kebijakan perjalanan dalam negeri tertuang dalam SE Nomor 21 Tahun 2022. Sementara untuk penyesuaian kebijakan perjalanan luar negeri termaktub dalam SE Nomor 22 Tahun 2022. 

Dalam SE No.21/2022, terdapat beberapa penyesuaian:
Pertama, pembedaan syarat testing berdasarkan status vaksinasi. Perinciannya: 
• PPDN yang sudah vaksin dosis ketiga (booster), tidak wajib testing.
• PPDN dengan dosis kedua, wajib menunjukkan hasil rapid tes antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam harus negatif. PPDN dengan dosis kedua bisa mendapatkan booster di lokasi keberangkatan (on-site).
• PPDN yang baru menerima vaksin dosis pertama, wajib PCR 3x24 jam.
• untuk anak usia 6 - 17 tahun tidak diwajibkan melakukan testing, namun wajib menyertakan bukti vaksin dosis lengkap.
• Untuk anak usia kurang dari 6 tahun, tidak perlu melakukan pemeriksaan dan vaksinasi namun wajib bersama pendamping perjalanan.

Kedua, ada beberapa pengecualian persyaratan perjalanan. Misalnya, untuk perjalanan rutin dengan moda transportasi darat kendaraan pribadi atau umum dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan.  

Lalu, moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Menanggapi itu, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman memandang kebijakan wajib vaksin booster atau vaksin ketiga menjadi syarat perjalanan merupakan langkah yang tepat. 

Menurutnya, aturan wajib booster sangat penting mengingat ada masyarakat yang mulai tidak peduli atau tidak mengetahui pentingnya vaksin booster untuk kesehatan.

"Untuk rencana pemerintah yang akan menerapkan vaksin booster yang menjadi syarat perjalanan dan masuk mal saat ini, memang harus seperti itu," ujar Dicky. 

Dia juga mengatakan, dengan kebijakan ini diharapkan akan menjamin untuk mengurangi risiko mereka terpapar virus Corona terutama subvarian BA.4 dan BA.5. Karena, pengendalian pandemi COVID-19, harus mengacu pada prinsip mencegah lebih baik daripada terinfeksi.

Dicky yang juga Panel Ahli WHO SEARO untuk Pemulihan Pandemi Corona itu mengatakan infeksi COVID-19 akan semakin parah jika menginfeksi orang dengan komorbiditas atau penyakit penyerta, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. 

Bahkan, masyarakat yang terinfeksi berulang kali itu sangat berdampak serius dengan potensi keparahan ataupun kematian menjadi lebih besar.

"Selain terdapat potensi yang disebut long COVID-19, yang akan menurunkan kualitas kesehatan yang bersangkutan di masa depan," tandasnya juga. (tim redaksi)

#penularancorona
#omicron
#subvarianbaru
#vaksinbooster
#syaratperjalanan
#jubirsatgaspenanganancovid-19
#wikuadisasmito

Tidak ada komentar