Breaking News

Sempat Distop, RI Kembali Kirim PMI ke Malaysia 1 Agustus 2022

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: Istimewa/ Dok.Kemenaker

WELFARE.id-Pemerintah RI bakal kembali membuka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk semua sektor ke Malaysia mulai 1 Agustus 2022. Hal itu dibenarkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono. 

"Kamis pagi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah dan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia M. Saravanan menandatangani pernyataan bersama terkait implementasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sektor Domestik di Malaysia," jelas Hermono, dikutip Sabtu (30/7/2022).

Keduanya sepakat, untuk membuka kembali penempatan PMI, usai pemerintah Malaysia berkomitmen untuk melaksanakan nota kesepahaman (MoU) tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sektor Domestik di Malaysia secara sungguh-sungguh. 

"Kemarin tanggal 13 Juli kita putuskan untuk menghentikan sementara pengiriman PMI ke Malaysia karena Malaysia tidak ada komitmen untuk melaksanakan MoU itu. Tapi sekarang Malaysia sudah mau melaksanakan MoU itu tentu kita buka kembali," terangnya.

Dirinya memastikan, akan terus mengawasi terkait pelaksanaan nota kesepahaman tersebut. "Nanti kita lihat saja apakah komitmen itu betul-betul dilaksanakan atau ada kendala. Ini tentu yang harus kita monitor, karena tadi kedua belah pihak sepakat akan melaksanakan kesepakatan sepenuhnya," paparnya.

Selain penandatanganan pernyataan bersama, dilakukan juga penandatanganan rekaman pembicaraan (RoD) yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono dan Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Sumber Manusia Malaysia, Khair Razman. "RoD itu gunanya untuk kepentingan internal kita sebagai pedoman apa-apa saja yang perlu dilakukan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, dalam Forum JWG mengakui ada sejumlah masalah implementasi dalam hal kebijakan dan teknis yang mungkin memengaruhi pelaksanaan MoU, sehingga disepakati bersama tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan implementasi secara menyeluruh, khususnya One Channel System (OCS). 

"Indonesia dan Malaysia sepakat dan menegaskan kembali bahwa OCS akan menjadi satu-satunya mekanisme perekrutan dan penempatan PMI di Malaysia dengan mengintegrasikan sistem online yang ada, yang dikelola oleh Perwakilan Indonesia di Malaysia dan sistem online yang dikelola oleh Departemen Imigrasi Malaysia. 

Hal ini dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi syarat dan ketentuan yang disepakati sebagaimana diatur dalam MoU," paparnya.

Ia juga mengatakan, pilot project perlu dilakukan dan harus dilaksanakan tiga bulan sebelum penerapan secara penuh sistem OCS untuk memastikan kelancaran aplikasi sistem terintegrasi. (tim redaksi)

#pekerjamigranindonesia
#pmi
#pengirimanpmikemalaysia
#mouindonesiamalaysia
#tenagakerjaindonesia
#menteriketenagakerjaan
#idafauziyah
#dubesriuntukmalaysia
#hermono

Tidak ada komentar