Breaking News

Sebut Tak Berikan Suaka, Kemenlu Singapura: Presiden Sri Lanka Datang untuk Kunjungan Pribadi

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang mengundurkan diri. Foto: Newsfirst.lk

WELFARE.id-Kepergian Presiden Sri Lanka yang mengundurkan diri dari jabatannya akibat kekacauan akibat krisis politik dan ekonomi di negaranya ke Singapura mendapatkan perhatian luas. 

Tapi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura mengatakan kalau mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa tiba di Singapura untuk ’kunjungan pribadi’ dan bukan untuk mendapatkan suaka politik.

"Telah dikonfirmasi, Tuan Rajapaksa diizinkan masuk ke Singapura dalam kunjungan pribadi. Dia tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka. Singapura umumnya tidak mengabulkan permintaan suaka," terang pernyataan resmi Kemenlu Singapura. 

Untuk diketahui, Rajapaksa melarikan diri ke Maladewa setelah krisis ekonomi yang memburuk di negara kepulauan tersebut. Usai mengundurkan diri, Rajapaksa menunjuk Perdana Menteri (PM) Ranil Wickremesinghe menjadi Plt Presiden Sri Lanka pada Rabu (13/7/2022). 

Penunjukan PM Ranil Wickremesinghe jadi Plt Presiden Sri Lanka untuk menjalankan kekuasaan, tugas dan fungsi kantor Presiden Sri Lanka yang berlaku mulai Rabu (13/7/2022).

Pemerintah Sri Lanka memberlakukan kembali jam malam di Distrik Kolombo hingga Jumat pagi (15/7/2022) dan menurut kepolisian setempat situasi negara yang tengah dilanda krisis ekonomi itu tetap tenang hingga Kamis (14/7/2022).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan pada Kamis (14/7/202), terus mengikuti situasi dengan sangat cermat di Sri Lanka usai mundurnya Rajapaksa.

"Penting bahwa akar penyebab konflik dan keluhan pengunjuk rasa ditangani. Saya mendesak semua pemimpin partai untuk merangkul semangat kompromi untuk transisi yang damai dan demokratis," tulis Guterres di Twitter.

Di tengah protes massal setelah krisis ekonomi yang terus memburuk, Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan pada Sabtu (9/7/2022) lalu, bahwa Presiden Rajapaksa akan mengundurkan diri pada Rabu (13/7/2022).

Perkembangan itu terjadi setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu Istana Kepresidenan Sri Lanka di Kolombo dan juga membakar rumah perdana menteri.

Sri Lanka yang lumpuh akibat kekurangan devisa setelah runtuhnya ekonomi yang bergantung pada pariwisata, negara pulau berpenduduk 22 juta orang itu telah gagal membayar semua utang luar negerinya. 

Akibatnya, Pemerintah Sri Lanka tidak mampu membayar bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat, yang mengakibatkan protes anti-pemerintah merebak dan berakhir anarkis.

Kurangnya bahan bakar untuk menjalankan pembangkit listrik pada gilirannya menyebabkan pemadaman listrik setiap hari di negara tersebut. Nyaris semua sekolah di negara itu ditutup dan pegawai negeri telah diminta untuk bekerja dari rumah.

Pemerintah Sri Lanka sedang bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk paket bailout. Para pengunjuk rasa menyalahkan dinasti politik Rajapaksa atas krisis tersebut, dan salah satu saudara Rajapaksa, Mahinda Rajapaksa, mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Mei lalu.

Protes berbulan-bulan menuntut pengunduran diri Presiden Rajapaksa, yang pemerintahannya disalahkan terkait salah urus keuangan negara yang kronis akibat korupsi akhirnya berhasil. Kini, Sri Lanka menuju transisi pemerintahan yang baru. (tim redaksi)


#srilanka
#pengunduranpresiden
#gotabayarajapaksa
#singapura
#kemenlusingapura
#krisisekonomi
#krisispolitik

Tidak ada komentar