Breaking News

Salah Tafsir Konsep Trinitas, Buku PPKn Kelas 7 Ditarik dari Peredaran

Buku PPKn yang memuat soal konsep Trinitas yang keliru soal Kristen Protestan dan Katolik. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Penjabaran yang keliru soal konsep Trinitas dalam ajaran agama Kristen dan Katolik yang terdapat di dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menuai kecaman dari umat Kristen Protestan dan Katolik. 

Dalam buku PPKn kelas VII yang tertera di halaman 79 yang ditulis Zaim Uchrowi dan Ruslinawati terbitan 2021, disebutkan, bahwa Trinitas adalah Allah-Bunda Maria-Yesus Kristus.

Padahal, Trinitas dalam doktrin ajaran Kristiani disebut juga sebagai Tritunggal. Tritunggal yang menjadi fundamental keimanan yang diyakini umat Kristiani adalah bahwa Allah adalah Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Menanggapi kecaman dari komunitas umat Kristen Protestan dan Katolik, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akhirnya menarik dan mengganti buku PPKn kelas VII itu dari peredaran. 

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengakui, isi buku tersebut tidak tepat, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik.

Selanjutnya, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek segera memperbaiki sesuai masukan yang diterima dari berbagai pihak. Dalam proses perbaikan itu, Pusat Perbukuan akan melibatkan perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

"Buku elektronik yang beredar sudah kami tarik dan segera kami ganti dengan edisi revisi. Pencetakan versi lama sudah kami hentikan. Untuk pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi," ujar Anindito kepada wartawan, dikutip Kamis (28/7/2022).

Pihaknya juga berjanji akan sesegera mungkin mengedarkan perbaikannya bagi yang sudah menerima buku-buku versi lama tersebut. Ia mengapresiasi laporan, koreksi, dan saran perbaikan yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang diterbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen yang senantiasa bisa diperbaiki dan dimutakhirkan. "Masukan, koreksi, dan saran dapat dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemdikbud.go.id," ajaknya.

Saat ini, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek tengah melakukan kajian terkait konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut. Sebelumnya, PGI meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim menarik peredaran buku PPkn yang dinilai keliru dalam tulisan tentang agama Kristen.

"Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2021 ini terdapat kekeliruan yang sangat fatal mengenai ajaran Kristen (lihat halaman 79, topik penjelasan tentang Kristen Protestan). 

Kesalahan tersebut sangat mendasar dalam konsep ketuhanan dan Trinitas seturut agama Kristen Protestan," jelas Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (28/7/2022).

Sedangkan Ketua Departemen Gugus Tugas Riset dan Kebijakan Publik PP Pemuda Katolik, Eduardo Edwin Ramda, menyayangkan, keberadaan buku yang beredar di kalangan siswa tersebut. Edu menyayangkan buku seperti itu lolos terbit dan menjadi bahan bacaan siswa kelas 7 SMP.

"Saya curiga ada yang salah dalam proses penulisan hingga penerbitan buku ini, sehingga penjelasan ihwal Trinitas menjadi bias dalam buku ini," kata Edu.

Menurutnya, penjelasan soal Trinitas yang salah dalam buku ini akan menimbulkan bias pemahaman, khususnya bagi siswa Katolik yang mempelajari hal yang sama dalam mata pelajaran lain. 

"Coba bayangkan, seorang siswa Katolik membaca konsep Trinitas yang salah dalam buku ini, lalu ia membaca konsep Trinitas yang lain dalam Mata Pelajaran Agama Katolik, ini akan menimbulkan bias pemahaman yang fatal, karena konsep Trinitas itu fundamental dalam iman Katolik," tegasnya.

Ia menyarankan, agar buku itu direvisi dengan melibatkan orang-orang yang kompeten. Selain itu pasca terbit, buku ini harus dikoreksi BPIP, FKUB, dan lain-lain. 

Proses penciptaan produk pengetahuan yang ideal itu harus deliberatif. Tujuannya jelas, mensinkronkan pemahaman soal diversitas agama, sehingga bahan ajar yang keluar dari Kemendikbud ini valid dan reliabel. (tim redaksi)

#bukuppknkelas7bermasalah
#konseptrinitasyangkeliru
#tritunggal
#ajaranagamakristenprotestan
#ajaranagamakatolik
#allahtritunggal

Tidak ada komentar