Breaking News

Rusia Lakukan Serangan dengan Rudal, Warga Ukraina Ketar-ketir

Serangan rudal yang dilakukan militer Rusia di Kota Vinnytsia, Ukraina. Foto: AFP

WELFARE.id-Ancaman militer Rusia yang akan membombardir Ukraina dengan rudal telah membuat rakyat Ukraina ketar-ketir. Tapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta rakyatnya tenang. 

Ia juga meminta agar warga Ukraina tidak terperangkap pada upaya Rusia menakut-nakuti mereka dengan peringatan serangan rudal. Zalenskyy mengatakan ancaman itu bertujuan untuk memecah belah masyarakat Ukraina.

"Jelas tidak ada rudal atau artileri Rusia yang mampu memecah persatuan kami atau menjauhkan kami dari jalan kami, menuju masyarakat Ukraina yang demokratis dan merdeka," terang Zelenskyy dalam pidato malamnya, Sabtu (16/7/2022).

"Dan juga jelas persatuan Ukraina tidak dapat dirusak oleh kebohongan dan intimidasi, kepalsuan atau teori konspirasi," cetusnya juga.

Untuk diketahui, serangan rudal Rusia di Vinnytsia, Jumat (15/7/2022) telah menewaskan 24 orang termasuk tiga orang anak-anak dan melukai 200 orang lebih. Serangan itu dijatuhkan ke kota dekat Kiev yang jauh dari garis depan pertempuran.

Tiga orang yang dinyatakan hilang dalam serangan itu ditemukan hidup di bawah reruntuhan pada Sabtu (16/7/2022). Badan bencana Ukraina mengatakan satu orang masih dinyatakan hilang.

Pada Minggu (17/7/2022) keluarga dan kerabat korban menggelar upacara pemakaman Liza, anak berusia 4 tahun yang tewas dalam serangan rudal Rusia tersebut. 

Anak dengan down syndrome itu sedang dalam perjalanan menuju tempat terapi bicara bersama ibunya ke Ukraina tengah saat serangan rudal oleh militer Rusia terjadi. 

Ibunda Liza, Iryna Dmytrieva termasuk korban luka akibat serangan senjata canggih tersebut. "Ia ingat ia menggapai putrinya, dan Liza sudah meninggal dunia, seorang ibu dirampok yang paling berharga yang ia miliki," kata bibi Liza, Tetiana Dmytrysyna.

Polisi di Kharkiv mengatakan tiga orang warga sipil tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan fajar yang dilakukan militer Rusia di Kota Chuhuiv yang berlokasi sekitar 120 kilometer (km) dari perbatasan Rusia.

Seorang warga yang tinggal di gedung yang terkena tembakan rudal, Lyudmila Krekshina mengatakan korban tewas adalah pasangan suami-istri dan seorang pria lanjut usia yang tinggal di lantai dasar. Seorang warga lainnya mengaku beruntung bisa selamat.

"Saya berlari dan hendak bersembunyi di kamar mandi, saya tidak berhasil dan itu yang menyelamatkan saya," kata Valentina Bushuyeva.

"Kamar mandi itu meledak. Dapur, setengah ruangan. Dan saya selamat karena saya diam," katanya sambil menunjuk apartemennya yang hancur oleh senjata canggih Rusia tersebut. (tim redaksi)

#perang
#invasimiliter
#rusia
#ukraina
#presidenukraina
#volodymyrzelenskyy 
#seranganrudal

Tidak ada komentar