Breaking News

Rupiah dan Saham Diprediksi Melemah Lagi

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Rupiah diperkirakan melemah lagi hari ini, Kamis (7/7/2022). Pelaku pasar akan merespons rilis notulensi rapat The Fed.  Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, isi notulensi rapat The Fed diperkirakan masih bernada hawkish. 

"Tekanan akan kembali lagi menjelang rilis data non farm payroll (NFP) pada Jumat," ujarnya. NFP diperkirakan turun ke kisaran 268.000-300.000 dari 390.000. 

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah juga diliputi kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi pasca Tiongkok kembali dilanda COVID-19. 

Josua memperkirakan, rupiah masih akan  melemah dan baru menguat secara gradual pada Agustus.  "Ini karena kebijakan less hawkish The Fed pasca perlambatan ekonomi AS, rupiah juga akan kembali menguat akibat peningkatan suku bunga BI," tukasnya. 

Lukman memperkirakan kurs rupiah hari ini (7/7) akan bergerak antara Rp14.925-Rp15.200. Proyeksi Josua, rupiah bergerak dengan kisaran Rp14.950-Rp15.050. 

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/7/2022), kurs spot rupiah turun tipis 0,044 ke Rp14.999. Sementara, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) turun 0,164 ke Rp15.015 per dollar AS. 

Setali tiga uang, pada perdagangan Rabu (6/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,85 persen ke level 6.646,41. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, posisi IHSG sedang berada di awal wave (v) dari wave [iii] pada label hitam sehingga IHSG rawan terkoreksi untuk uji support terdekat di 6.559 terlebih dahulu. Koreksi IHSG ini akan terkonfirmasi apabila tidak mampu menguat kembali di atas 6.767. 

"Namun, pada label merah, posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave (b) dari wave [y], sehingga IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.813-6.873," jelasnya, dalam riset. 

Beberapa saham yang bisa dicermati untuk perdagangan hari ini, Kamis (7/7/2022) meliputi: 

1. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)  

Pada perdagangan kemarin, ADRO ditutup terkoreksi 3,8 persen ke level 2.770. Selama ADRO tidak terkoreksi ke bawah 2.660 sebagai support, maka saat ini posisi ADRO sedang berada di awal wave B. Hal tersebut berarti, ADRO berpeluang berbalik menguat. 

Rekomendasi: Speculative buy Rp2.700-Rp2.770 Target harga: Rp3.070, Rp3.300 Stoploss di bawah Rp2.660. 

2. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 

BBRI ditutup terkoreksi 0,2 persen ke level 4.080 pada perdagangan kemarin. Selama BBRI tidak terkoreksi ke bawah Rp3.960 sebagai support, maka posisi BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C sehingga BBRI berpeluang menguat terlebih dahulu. 

Rekomendasi: Buy on weakness Rp4.000-Rp4.080 Target harga: Rp4.180, Rp4.240 Stoploss di bawah Rp3.960 

3. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)  

Kemarin, MTEL ditutup menguat 2,9 persen ke level 720, namun penguatan MTEL tertahan oleh MA60-nya. Ia memperkirakan, saat ini posisi MTEL diperkirakan sedang berada di awal wave [c] sehingga MTEL berpeluang melanjutkan penguatannya. 

Rekomendasi: Buy on weakness Rp700- Rp720 Target harga: Rp745, Rp765 Stoploss di bawah Rp680. 

4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 

UNVR ditutup menguat 0,4 persen ke level 4.780 pada perdagangan kemarin, namun penguatan UNVR tertahan oleh MA20. Herditya perkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian di wave C dari wave (B) sehingga UNVR masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness. 

Rekomendasi: Buy on weakness Rp4.400-Rp4.600 Target harga: Rp4.970, Rp5.130 Stoploss di bawah Rp 4.340. (tim redaksi

#rupiah
#rupiahhariini
#rupiahmelemah
#ihsg
#saham
#hargasahamhariini
#rekomendasisaham

Tidak ada komentar