Breaking News

RSI Samarinda Bakal Beroperasi Lagi, Buka Peluang Investasi Rp28 Miliar

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam, Rita Artaty Barito saat kegiatan Islamic Healthy Care Investment Business Forum 2022. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda yang selama ini bernaung di Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) bakal kembali beroperasi. Operasional RSI Samarinda memang sempat terhenti pada 2016 lalu, yang salah satunya karena manajemen sebelumnya dinilai kurang akuntabel.

Dengan manajemen baru yang lebih solid dan akuntabel, RSI Samarinda berusaha bangkit untuk kembali melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur. Sebagai langkah awal operasional, RSI tengah mencari investasi senilai Rp28 miliar.

"Tahun 2016 terjadi gejolak, tapi sekarang RSI Samarinda sudah clear and clean. Semua baru, dari sistem dan manajemennya. Jadi ke depannya bisa lebih maju,” ungkap Ketua Yarsi Rita Artaty Barito, dalam kegiatan "Islamic Healthy Care Investment Business Forum 2022" di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, dikutip Jumat (29/7/2022).

Dia merinci, selain telah membentuk manajemen baru, pihaknya mengklaim sudah ada 40 dokter yang bersedia bergabung di RSI. Pun demikian dengan renovasi gedung dan kesiapan alat-alat medis yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan di RS pada umumnya.

"Untuk masalah perizinan, kita dalam proses menuju RS tipe C. Izin kita mulai dari tipe D, ini sudah menghabiskan Rp2 miliar. Sekarang proses ke tipe C. Kami target akhir September sudah bisa kembali buka," tegasnya.

Rita menegaskan, meski Yarsi memiliki sejumlah aset berupa lahan. Namun, untuk RSI "reborn", dirinya memilih  mengoptimalkan fasilitas yang sebelumnya telah digunakan RSI. 

Yakni gedung dan bangunan yang berada di Jalan Gurami No.18, Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. Meski lahan tersebut merupakan milik Pemprov Kaltim yang saat ini telah disewa selama lima tahun, pihak yayasan berencana akan menyewanya untuk jangka 25 tahun.

"Kami juga akan membuka klinik kecantikam, psikolog, dan anak. Itu program kami jangka pendek dan panjang. Ke depan kami akan membuka sepuluh klinik di sepuluh kecamatan dan sepuluh RSI di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim. Tidak menutup kemungkinan di IKN,” rincinya lagi.

Ketua Pembina Yarsi, Barkati yang hadir dalam acara itu mengaku tidak ingin RSI hanya meninggalkan kenangan bagi warga Samarinda. Dirinya berharap RSI dapat kembali beroperasi seperti sebelumnya. 

Saat ini, Yarsi telah membentuk sejumlah tim, di antaranya tim dokter yang mengkoordinir kebutuhan dokter di RSI dan memberikan penilaian terhadap fasilitas medis di RSI. Sejauh ini, selain puluhan dokter yang bersedia bergabung, sejumlah alat kesehatan tengah diinventarisasi kelayakannya termasuk fasilitas penting lainnya seperti ruang rawat inap dan IGD.

"Fasilitas alat kesehatan yang ada masih akan digunakan, kira-kira 60 persen masih bisa digunakan. Untuk awal kita siapkan 100 tempat tidur dulu, walaupun sebelumnya sampai 200 tempat tidur. Walaupun kebutuhan kita saat ini Rp28 miliar, kok kecil, tapi setidaknya rumah sakit ini dapat beroperasi,” imbuh Ketua Tim Dokter RSI, dr Antoni. (tim redaksi)

#rsisamarinda
#yarsi
#yayasanrumahsakitislam
#rsisamarindadibukakembali
#investasi
#investor
#rumahsakit

Tidak ada komentar