Breaking News

Problem Teknis dan Skema Pembayaran, Uji Coba LRT Baru Bisa Terlaksana Desember 2022


LRT Jabodebek. Foto: Istimewa/ Dok.KAI

WELFARE.id-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan, jadwal uji coba Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) diundur menjadi Desember 2022 yang awalnya dijadwalkan pada Agustus 2022 mendatang. Selain masalah teknis, masalah skema pembayaran juga menjadi persoalan dalam penyelesaian proyek LRT ini.

PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) pun memberikan respons terkait dengan progres uji coba LRT yang semula dijadwalkan pada 17 Agistus 2022. "Kami sebagai bagian stakeholders pembangunan proyek menunggu keputusan dan arahan dari Kemenhub," ujar Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto, bulan lalu. 

Sementara itu, EVP LRT Jabodebek PT Kereta Api Indonesia (persero) Mochamad Purnomosidi menjelaskan, sebenarnya sejauh ini rencana soft launching LRT Jabodebek pada 17 Agistus 2022 masih dimungkinkan untuk Lp 1 dan Lp 2 Cibubur line. "Untuk Lp 1 lp 2/ Cibubur Line insya Allah bisa uji coba 17 Agustus ini," yakinnya, beberapa waktu lalu. 

Ia membenarkan adanya beberapa kendala yang dihadapi terkait dengan uji coba tersebut. Selain soal penyelesaian persinyalannya, pihaknya masih perlu melakukan detail penyesuaian terkait pintu di stasiun, serta persinyalan di depo, dan lainnya. 

"Kami terus intens koordinasi dengan Siemens dan Inka," imbuhnya. Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, saat ini pengoperasian teknis LRT Jabodebek masih dibahas. 

Menurutnya, jika melihat dari sisi kesiapan, uji coba baru bisa dilakukan pada Desember 2022. "Agustus ini saya kira belum siap. Tapi kami coba. Mungkin pada Desember kita lihat dulu. Mengoperasikan itu perlu kesiapan,” ujarnya akhir pekan lalu, dikutip Rabu (13/7/2022).

Ia menegaskan, bahwa kesiapan pengoperasian juga berkaitan dengan memastikan aspek keamanan dan keselamatannya. "Masalah utama safety pengujian tes itu semua harus kami penuhi,” terangnya.

Sedangkan, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, uji coba LRT ini diputuskan untuk diundur setelah dilakukan peninjauan oleh konsultan terkait kesiapan operasi secara menyeluruh. 

"Termasuk, dari sisi penyiapan organisasi, SDM serta kompetensinya, masih dibutuhkan waktu familiarisasi dengan sistem GoA3/driverless yang belum pernah digunakan oleh operator kereta api yang ditunjuk. Uji coba dengan sistem GoA3 penuh tanpa penumpang Insya Allah akan dimulai di bulan Desember 2022," jelasnya.  

Adita juga mengatakan, pemerintah terus mengutamakan aspek keselamatan dalam pembangunan infrastruktur transportasi termasik LRT. Menurut rencana, LRT Jabodebek akan beroperasi pada tahun 2023 mendatang.

"Operasi melayani penumpang ditargetkan di semester 1 tahun 2023," ucap dia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Didiek Hartantyo bahkan mengungkapkan, sejak awal, desain pembiayaan LRT Jabodebek tidak benar sehingga menjadi beban untuk Persero. 

"Karena desainnya sudah nggak benar dari awal, jadi ini lah LRT (Jabodebek) bagian kereta api dan ini akan jadi beban," kata Didiek dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, sebagaimana dikutip dari YouTube Komisi V DPR, Rabu (13/7/2022).

Ia menyebutkan, proyek LRT Jabodebek yang dimulai pada 2015 lalu diinisiasi perusahaan kontraktor dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, pada tahun 2017, kontraktor BUMN kesulitan untuk melakukan penagihan.

"Di 2017 itu lah Menteri Keuangan menyampaikan bahwa keuangan negara tidak memungkinkan untuk mengeluarkan Rp29,9 triliun untuk membangun ini, tapi pemerintah akan membayar secara mencicil," ujarnya. Didek menilai, hal tersebut tidak sesuai dengan bisnis model yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang ada.

"Jadi proyek ini agak aneh karena pemilik proyek Kemenhub, kontraktor Adhi Karya, di Perpres 49 PT KAI sebagai pembayar. Kalau dibuka anatomi ini tidak wajar, namun ini dalam rangka menyelesaikan proyek strategi nasional," ungkapnya. (tim redaksi)

#lightrailtransit
#lintasrelterpadu
#lrt
#ujicobalrtdiundur
#masalahteknis
#masalahskemapembayaran
#ptkai
#adhikarya
#kemenhub

Tidak ada komentar