Breaking News

Pengusaha Minta Kementrian ESDM Revisi RKAB

Ilustrasi (instagram @kikisadegha_) 

WELFARE.id-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima sejumlah pengajuan revisi rencana kerja dan anggaran belanja atau RKAB terkait dengan penyesuaian kembali kapasitas produksi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) batu bara pada kuartal kedua tahun ini. "(Permohonan revisi RKAB) dalam tahap evaluasi,” tutur Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria dikutip Senin (18/7/2022). 

Lana mengatakan, pengajuan revisi RKAB itu mengacu pada kinerja kuartal I/2022 perusahaan pemegang IUP yang sebagian berada di bawah target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya. “Terdapat beberapa IUP yang mengajukan perubahan RKAB baik peningkatan rencana produksi maupun penurunan produksi batu bara tahun 2022. 

Rencana penurunan produksi yang diajukan mengacu pada kinerja triwulan 1 yang di bawah target produksi dan proyeksi kendala yang akan dihadapi,” imbuhnya. 

Lana menambahkan, sebagian perusahaan pemegang IUP batu bara lainnya tercatat berhasil memenuhi target produksi pada triwulan pertama 2022. 

Sebagian perusahaan itu belakangan mengajukan revisi RKAB untuk peningkatan kapasitas produksi pada tahun ini.“Kenaikan produksi yang diajukan oleh perusahaan mengacu pada peningkatan kapasitas produksi,” tukasnya. 

Di sisi lain, dia mengatakan harga batu bara diperkirakan masih akan relatif tinggi di tengah sentimen negatif terkait dengan rencana peningkatan kapasitas produksi dari China dan India yang belakangan ikut mengoreksi harga acuan di pasar internasional dan domestik. 

“Harga batu bara diperkirakan masih akan relatif tinggi walaupun ada sentimen negatif terkait dengan rencana kenaikan produksi batu bara di China dan India,” tuturnya. 

Realisasi produksi batubara mendekati angka 300 juta ton pada enam bulan pertama tahun 2022. Data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, realisasi produksi di periode Januari-Juni 2022 mencapai 294,37 juta ton. Angka tersebut setara kurang lebih 44,40 persen dari target produksi batubara nasional tahun ini. 

Sedikit kilas balik, Kementerian ESDM menetapkan target produksi batubara nasional sebanyak 663 juta ton di sepanjang tahun 2022.  Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan, pemerintah belum mengubah target produksi batubara yang telah ditetapkan. Baca Juga: Harga Batubara Masih Bisa Naik, Cermati Rekomendasi Saham HRUM, PTBA, ADRO dan ITMG. "Target akan tetap,” katanya. 

Seturut produksi batubara yang terus berjalan, angka realisasi domestic market obligation (DMO) batubara nasional mencapai 54,03 juta ton di sepanjang Januari-Juni 2022 berdasarkan data MODI. 

Jika dibandingkan dengan target DMO batubara tahun 2022 yang ditetapkan sebesar 166 juta ton pada tahun ini, angka realisasi DMO mencapai sekitar 32,54 juta ton pada Januari-Juni 2022 menurut hitungan Kontan.co.id. Sementara itu, angka realisasi ekspor batubara Januari-Juni 2022 mencapai 106,25 juta ton menurut sumber data yang sama. (tim redaksi

#pertambangan
#batubara
#perusahaantambang
#emitentambang
#kementrianesdm

Tidak ada komentar