Breaking News

Pejuang Ukraina Tahan Serangan Pasukan Rusia di Beberapa Medan Perang di Donbas

Seorang pria tua berjalan saat api membakar sebuah pompa bensin menyusul serangan artileri Rusia ke Ukraina di timur laut Kota Kharkiv pada 25 Maret 2022. Foto: AFP

WELFARE.id-Perang kota antara militer Ukraina dengan pasukan Rusia terus terjadi di wilayah Luhansk dan Donetsk. Para pejuang Ukraina bertempur menahan pasukan Rusia di beberapa medan perang sekaligus. 

Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan sebuah rudal menghantam barat daya Kota Kharkiv melukai tiga orang warga sipil. Kini Rusia tengah memfokuskan serangannya di Luhansk dan Donetsk, dua provinsi yang masuk daerah industri Donbas.

Untuk diketahui, Donbas dikuasai separatis pro-Rusia sejak awal perang pada Februari lalu. Pada Sabtu (9/9/2022) pemerintah Ukraina melaporkan serangan beringas yang dilakukan pasukan Rusia tersebut. 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris mengatakan militer Rusia tengah mengumpulkan pasukan cadangan di sekitar perbatasan dengan Ukraina untuk melanjutkan penyerbuan.

Di aplikasi kirim pesan Telegram, Gubernur Kyrylenko mengatakan rudal Rusia menghantam Druzhkivka, kota yang berada di belakang garis depat pertempuran. Dilaporkan juga terdapat tembakan ke arah pusat pemukiman warga.

”(Pasukan Rusia) melakukan penembakan di sepanjang garis pertempuran," terang Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai. Ia menambahkan serangan balik pejuang Ukraina yang mengincar gudang senjata dan amunisi memaksa pasukan Rusia menahan serangan mereka. 

Militer Rusia yang mengklaim telah mengusai seluruh Provinsi Luhansk pekan lalu membantah mengincar atau menargetkan warga sipil dalam seranganya ke provinsi di Ukraina yang dekat perbatasan dengan negaranya. 

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memecat beberapa pejabat tinggi perwakilan negara itu yang bertugas di beberapa negara. Termasuk diplomat yang bertugas di Jerman yang kerap mendesak Eropa membantu negaranya.

Dalam dekrit Sabtu (9/9/2022) tidak disebutkan apakah mereka akan dipindahkan ke posisi baru. Diplomat yang diberhentikan antara lain duta besar Ukraina untuk Jerman, India, Republik Ceko, Norwegia dan Hungaria.

Tidak disebutkan juga alasan pemecatannya. Zelenskyy meminta para diplomatnya menarik bantuan internasional dan bantuan militer saat Ukraina menahan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Hingga kini, hubungan Kiev dengan Jerman cukup sensitif. Pasalnya negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu sangat tergantung pada pasokan energi berupa gas bumi dari Rusia. (tim redaksi)

#perang
#invasimiliter
#ukraina
#rusia
#luhansk
#donetsk
#donbas

Tidak ada komentar