Breaking News

Mengenal Jhony Saputra, jadi Komut di Umur 21 Plus Perusahaan Segambreng

Jhony Saputra (ist) 

WELFARE.id-Lahir dari keluarga "sendok emas" sosok Jhony Saputra jadi perbincangan usai namanya mencuat sebagai Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya (JARR). Jhonlin merupakan perusahaan perkebunan asal Kalimantan Selatan milik pengusaha Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam yang tengah dalam proses initial public offering (IPO). 

Jhony yang baru berusia 21 tahun merupakan anak Haji Isam. Jhony menamatkan masa sekolah menengah atas di SMA Al Azhar Jakarta, pada 2018. 

Jhony menjabat di JARR sejak 2022 sebagai Komisaris Utama, selain itu dia juga menjabat di beberapa perusahaan seperti Pemilik PT. Araya Agro Lestari tahun sejak 2017 hingga sekarang, Pemilik PT. Citra Agro Raya tahun 2017 hingga sekarang, pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa tahun 2018 hingga sekarang, dan pemegang saham PT. Surya Mega Adiperkasa tahun 2020 hingga sekarang. 

Adapun JARR merupakan perusahaan perkebunan sawit yang pemegang sahammnya antara lain, PT Eshan Agro Sentosa 99,91 persen dan PT Sinar Bintang Mulia 0,09 persen. Eshan Agro Sentosa sendiri adalah subholding dari PT Jhonlin Group yang berkantor pusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Jhonlin Group milik pengusaha Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Sementara itu, posisi komisaris lainnya di Jhonlin Agro Raya ditempati oleh Bambang Aria Wisena dan Usman Aji Purnomo. 

JARR akan melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak-banyaknya 1,22 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100. Mengutip situs Jhonlin Agro, saham ini mewakili sebanyak-banyaknya 15,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum perdana. 

Saham perusahaan akan ditawarkan ke masyarakat dengan harga Rp250 hingga Rp300 per saham yang harus dibayar penuh saat mengajukan pemesanan melalui sistem penawaran umum elektronik. 

Adapun, jumlah penawaran umum diperkirakan sebanyak-banyaknya Rp366,8 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan proyek pabrik kelapa sawit sebesar 21 persen. Penggunaan dana ini dikategorikan sebagai Capital Expenditure (CAPEX). 

Kemudian, 79 persen akan digunakan perseroan untuk modal kerja yaitu untuk pembelian CPO dan bahan baku lainnya. Penggunaan dana ini dikategorikan sebagai Operating Expenditure (OPEX). 

Haji Isyam sendiri tengah tersandung kasus dugaan suap pajak sekitar Rp2,5 miliar lewat anak usaha perusahaan PT Jhonlin Baratama. 

Berikut jadwal IPO Jhonlin Agro Raya: 

• Masa penawaran awal: 12 Juli-15 Juli 2022 

• Perkiraan tanggal efektif: 26 Juli 2022 

• Perkiraan masa penawaran umum: 28 Juli-1 Agustus 2022 

• Perkiraan tanggal penjatahan: 1 Agustus 2022 

• Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik: 2 Agustus 2022 

• Perkiraan pencatatan saham pada BEI: 3 Agustus 2022. (tim redaksi) 

#komut
#jhonliagroraya
#hajiisam
#sendokemas
#ipo
#komisarismuda

Tidak ada komentar