Breaking News

Mengenal Buta Wajah atau Prosopagnosia, Penyakit Langka yang Hanya Dialami 2% Warga Dunia

Penyakit buta wajah atau prosopagnosia. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Prosopagnosia adalah sebuah kondisi kesehatan langka. Sebuah kondisi yang menyebabkan penderita sering lupa pada wajah orang lain. 

Bahkan, walau pernah mengobrol dengan akrab. Melansir doktercom, Jumat (8/7/2022), menurut penelitian, penyakit ini termasuk penyakit langka karena hanya diderita oleh 2% dari jumlah populasi di dunia.

Gangguan pada otak ini ditandai dengan ketidakmampuan pengidapnya untuk mengenali atau membedakan wajah. Gejala prosopagnosia bisa sebatas kesulitan mengenali wajah yang sebenarnya sudah dikenal, hingga sama sekali tidak bisa membedakan wajah dari orang-orang yang dikenal.

Pada tingkat yang lebih parah, penderita prosopagnosia bisa tidak mampu membedakan wajah dengan objek. Bahkan penderita prosopagnosia akut bisa saja lupa pada wajahnya sendiri.

Penyakit prosopagnosia tidak berhubungan dengan disfungsi memori, hilang ingatan, gangguan penglihatan, atau kesulitan dalam belajar. Prosopagnosia lebih berkaitan dengan adanya kelainan atau kerusakan pada salah satu bagian pada otak yang mengatur sistem saraf pengendali persepsi dan memori wajah.

Tak heran, para peneliti menyebut prosopagnosia sebagai kondisi buta wajah (face blindness). Berikut ini beberapa gejala prosopagnosia:

- Ketidakmampuan mengenali atau membedakan wajah. Hal ini dapat mempersulit untuk bersosialisasi, baik dalam lingkungan pribadi maupun profesional.

- Sangat kesulitan mengenali orang yang hadir dalam lingkungan atau kondisi yang berbeda dari biasanya.

- Untuk penderita buta wajah minor, mungkin kesulitan membedakan atau mengenali wajah orang asing atau orang yang tidak mereka kenal dengan baik.

- Penderita buta wajah sedang hingga parah mungkin sulit mengenali wajah orang yang sering mereka temui, termasuk anggota keluarga dan teman dekat.

- Untuk kondisi yang sangat parah, penderitanya mungkin tidak mengenali wajahnya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan sosial atau depresi.

Jika anak mengalami buta wajah, mungkin akan mengalami tanda-tanda berikut:

- Anak menunggu orang tua melambai ketika menjemputnya dari sekolah atau acara.

- Mendekati orang asing bahwa mereka adalah orang tuanya atau seseorang yang anak kenal.

- Tidak mengingat orang yang anak kenali, seperti tetangga, kerabat dekat, atau teman keluarga, terutama jika anak melihat mereka di luar lingkungan.

- Kesulitan mengikuti plot karakter dalam film atau acara televisi.

- Menyendiri di sekolah, tetapi percaya diri di rumah.

- Menarik diri dari tempat umum.

- Mengalami kesulitan berteman.

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter? Jika kamu atau anak sering kali tidak dapat mengenali anggota keluarga, teman dekat, atau rekan kerja secara konsisten, sebaiknya menghubungi dokter atau ahli saraf untuk mendapatkan pertolongan. Untuk anak-anak, kebanyakan dari gejalanya dapat terkait dengan hal lain, termasuk rasa malu.

Buta wajah terdiri dari 2 jenis, meliputi:

- Acquired prosopagnosia. 

Di mana seseorang memiliki buta wajah setelah mengalami stroke, cedera pada otak, atau beberapa penyakit neurodegenerative, seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, dan Huntington. Beberapa kondisi lainnya juga dapat meningkatkan risiko, termasuk sindrom Asperger, skizofrenia, dan depresi.

- Developmental prosopagnosia. 

Seseorang memiliki buta wajah tanpa mengalami kerusakan otak. Ini terjadi akibat kelainan genetik atau terlahir memiliki buta wajah. Biasanya, kondisi ini terjadi pada seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat buta wajah. Ini juga lebih sering terjadi pada pengidap autisme. (tim redaksi)

#penyakitprosopagnosia
#butawajah
#kelainanpadabatangotak
#sulitmengenaliwajahseseorang
#kesulitanmengenaliwajah
#penyakitlangka

Tidak ada komentar