Breaking News

Mengejar Asa "Generasi Sandwich" Punya Rumah, Ini Solusinya

Desain rumah idaman. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Menanggapi fenomena "generasi sandwich" yang dihimpit tingginya suku bunga KPR, Konsultan Properti Knight Frank Indonesia membenarkan realita itu. Saat ini, kenaikan harga rumah sudah terjadi.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah inflasi yang merangkak naik. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menyebut bahwa harga rumah setiap tahun memang meningkat. 

Namun pada tahun ini harga rumah juga ditambah dengan kenaikan harga material pembangunan. "Memang rata-rata kenaikan harga rumah yang terus meningkat, di kisaran 2% tahun ini. 

Tapi khusus tahun ini, kenaikan juga dibarengi dengan harga material bangunan yang ikut naik, menjadikan tantangan tersendiri untuk generasi muda memiliki rumah," ujar Syarifah dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Selasa (12/7/2022).

Oleh sebab itu, menurutnya benar adanya yang dikatakan oleh Sri Mulyani ketika generasi muda sulit untuk mendapatkan rumah. Namun bukan berarti generasi muda tidak bisa untuk memiliki rumah kedepannya.

"Namun ketika generasi muda cermat melihat peluang penawaran dari pengembang dan mencocokan dengan stimulan/insentif yang diberikan Pemerintah untuk pembeli hunian pertama, maka generasi muda dapat mewujudkan mimpinya untuk memiliki hunian," yakinnya.

Maka itu, dirinya berharap, insentif untuk sektor properti khususnya di bidang perumahan perlu diperkuat. Sehingga bisa menekan angka backlog yang pada 2021 lalu angka sudah mencapai 12,75 juta.

"Termasuk ketika akan membeli hunian, generasi muda akan mencari informasi secara online terkait hunian dengan down payment yang rendah, tenor yang panjang, transparansi informasi unit, lokasi aksesibel dan promosi menarik akan menjadi pilihan," lanjutnya. Menurutnya, generasi muda, baik dari kelompok generasi milenial maupun generasi z umumnya memiliki literasi teknologi yang tinggi. 

"Saat ingin membeli sesuatu, generasi ini akan memanfaatkan search engine secara optimal untuk mencari pro dan kontra produk tersebut," tuntasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Nixon Napitupulu mengungkapkan, saat ini BTN memiliki program KPR BTN Gaess untuk para generasi milenial yang ingin memiliki hunian idaman. Ia menjelaskan untuk KPR Gaess diharapkan generasi milenial ini bisa mendapatkan fasilitas KPR. 

"Jadi bunganya akan naik secara bertahap, seiring dengan naiknya income milenial," jelasnya di Menara BTN, dikutip Selasa (12/7/2022). Kriteria debitur ini adalah memiliki penghasilan fixed income, masa kerja minimal 1 tahun. 

Lalu rentang usia yakni dari 21 tahun sampai 40 tahun. Kemudian, calon debitur juga tidak akan dibatasi plafon kreditnya. 

Jangka waktu maksimal 20 tahun untuk kredit pemilikan apartemen (KPA) BTN, lalu maksimal 30 tahun untuk KPR BTN. Selanjutnya untuk suku bunga diberikan kebijakan suku bunga promo sesuai ketentuan yang berlaku. 

Atas suku bunga tersebut, di atas calon debitur dibebaskan dari pengendapan dana di tabungan. Lalu fasilitas uang muka mulai dari 0% sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ada seluruh biaya proses dapat dimasukkan ke dalam maksimal kredit selama masih memenuhi ketentuan LTV dan RPC. Pengajuan kredit wajib aplikasi online yakni melalui btnproperti.co.id.

"Program ini dapat dibundling dengan produk KPR Zero (hanya membayar bunga 2 tahun). Program dapat dibundling dengan fitur produk Graduated Payment Mortgage (GPM) cicilan super ringan dengan kenaikan bertahap," tutupnya. (tim redaksi)

#hargarumah
#kenaikansukubunga
#inflasi
#milenial
#rumahimpian
#sektorperumahan
#kprbtn

Tidak ada komentar