Breaking News

Langkah Tegas Kominfo Blokir Delapan Platform Digital Dapat Dukungan DPR RI

Ilustrasi platform PayPal yang diblokir Kementerian Kominfo. Foto: net

WELFARE.id-Tindakan tegas Kementerian Komunikasi dan Informati (Kominfo) yang memblokir delapan platform media elektronik mendapatkan dukungan dari angota DPR RI. 

Anggota Komisi I DPR RI, M Iqbal menilai langkah Kominfo melakukan pemblokiran sudah tepat. Hal tersebut lantaran sampai batas waktu yang telah di tentukan oleh Kominfo yaitu tanggal 29 Juli 2022 para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tersebut belum melakukan pendaftaran.

"Padahal seperti diketahui bahwa kewajiban pendaftaran platform digital ini sudah tertera di PP No 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik dan Permen Kominfo Nomor 5 tahun 2020 tentang PSE lingkup privat," terangnya, Minggu (31/7/2022).

Akan tetapi, Iqbal menilai kebijakan pemblokiran ini harus bersifat sementara. Artinya jika para PSE tersebut sudah mendaftarkan usahanya ke Kementerian Kominfo dan telah memenuhi persyaratan yang ada maka secepatnya pihak Kominfo membuka kembali pemblokiran. 

”Kemudian kebijakan pemblokiran ini berlaku bagi semua PSE baik perusahaan dalam negeri ataupun luar negeri yang belum melakukan pendaftaran ke Kominfo, tidak boleh ada pilih kasih di dalam penerapan kebijakan tersebut," ujarnya juga.

Politikus PPP itu menilai dibukanya sementara aplikasi PayPal oleh Kominfo untuk beberapa hari kedepan adalah keputusan bijak. Artinya pemerintah mendengarkan keluhan dari masyarakat yang uangnya masih tersimpan di aplikasi PayPal.

Dan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memindahkan uangnya ke aplikasi sistem pembayaran yang lain, sebelum aplikasi PayPal ditutup kembali jika masih belum mendaftar ke Kementerian Kominfo.

Sebelumnya Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan hingga Minggu (31/7) pukul 08.00 WIB ada 9.039 penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang mendaftar dari 5.453 perusahaan penyedia. 

Semuel mengatakan, dari jumlah tersebut ada 63 PSE yang di-suspend atau ditangguhkan karena data-data yang didaftarkan tidak valid, tidak mengisi dengan benar dan tidak ada kejelasan.

"Yang terblokir saat ini konfirmasi ada tujuh, Steam, Dota 2, Counter Strike, Yahoo, Epic Games dan Origin, Paypal," kata Semuel dalam keterangan persnya dalam pertemuan virtual, Minggu (31/7/2022). (tim redaksi)

#pemblokiran
#kominfo
#penyelenggarasistemelektronik
#pse
#dprri
#anggotadprri
#miqbal

Tidak ada komentar