Breaking News

Korban Odong-Odong Maut Jadi 34 Orang, Polisi: Sopir Masih Berstatus Saksi

Warga melihat odong-odong yang ringsek usai ditabrak kereta, Selasa (26/7/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kepolisian terus menyelidiki kasus odong-odong maut yang tertabrak kereta api di perlintasan kereta tak sebidang di wilayah Serang, Provinsi Banten.

Polda Banten mencatat ada 34 penumpang kecelakaan odong-odong yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2022) lalu tersebut.

Sehari sebelumnya korban kecelakaan odong-odong maut itu berjumlah 31 orang, tapi bertambah tiga orang. "Dari 34 penumpang itu, sembilan di antaranya meninggal, 24 luka berat dan luka ringan, termasuk sopir,” terang Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Kombespol Shinto Silitonga, Rabu (27/7/2022).

Sedangkan Polres Serang yang menangani kasus itu belum menetapkan tersangka terhadap sopir odong-odong maut tersebut.  

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir odong-odong yang berinisial JL berusia 27 tahun. Jadi  hingga saat ini status sopir odong-odong maut itu masih berstatus sebagai saksi.

”Untuk status sopir tim penyidik masih bekerja, jadi belum bisa menentukan statusnya.,” ucap Yudha dalam keterangannya, Rabu pagi (27/7/2022).

Diakui Yudha jika pihaknya masih meminta keterangan saksi-saksi dalam kasus kecelakaan maut tersebut. Bahkan, pihaknya pun turut akan memanggil pemilik kendaraan dan tempat modifikasi kendaraan untuk dimintai keterangan.

”Kita masih mintai keterangan saksi, baik saksi di lokasi maupun saksi dari penumpang itu sendiri. Termasuk hasil olah TKP ditambah keterangan ahli. Nanti kita simpulkan dengan adanya gelar perkara,” ungkap Yudha.

Selain itu juga, perwira menengah Polri ini mengatakan pihaknya juga akan periksa pemilik kendaraan. ”Jadi bukan hanya sopir. Pemilik dan tempat pembuatan kendaraan itu sendiri nanti kita minta keterangan,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kendaraan odong-odong yang mengangkut puluhan warga mengalami kecelakaan maut usai tertabrak kereta api jurusan Merak – Rangkasbitung saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

 Dalam peristiwa naas tersebut, sebanyak 9 orang meninggal dunia, 8 orang mengalami luka berat dan 16 orang mengalami luka ringan. Para korban meninggal langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drajad Prawiranagara Serang, sementara para korban luka dirawat di Rumah Sakit Hermina, Ciruas, Kabupaten Serang. (tim redaksi)

#odongodongmaut
#lakalantas
#keretaapi
#kabupatenserang
#perlintasantanpapalangpintu
#desasilebu
#polresserang
#poldabanten

Tidak ada komentar