Breaking News

Kaya SDA, Indonesia sedang Nikmati Durian Runtuh di Tengah Krisis Pangan Dunia

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen saat agenda pertemuan bilateran Indonesia-AS di sela-sela Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7/2022). Foto: Antara

WELFARE.id-Perang yang tak berkesudahan antara Rusia dan Ukraina meski membawa dampak naiknya harga pangan dan energi tapi juga membawa keberkahan tersendiri bagi Indonesia. 

Pasalnya, di tengah lonjakan harga komoditas, Indonesia justru bak ketiban durian runtuh. Itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di hadapan dua wanita paling berpengaruh di dunia yakni Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.

Sri Mulyani bertemu Janet Yellen dan Kristalina Georgieva dalam seminar bertajuk Macroeconomic Policy Mix For Stability and Economic Recovery di Bali, Jumat (14/7/2022).

"Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kami menikmati windfall profit (durian runtuh) dari commodity boom," jelas Sri Mulyani.

Disrupsi dari sisi supply karena adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang bertetangga ini membuat pemerintah harus mengambil kebijakan counter cyclical. "Permintaan justru terdorong oleh kebijakan counter cyclical ini. Kebijakan ekonomi makro menjadi game changer," ujar Sri Mulyani lagi.

Untuk diketahui, counter cyclical artinya mengambil pendekatan sebaliknya, yaitu mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak selama ekonomi sedang booming, serta meningkatkan pengeluaran dan memangkas pemungutan pajak ketika sedang dalam masa resesi.

Dua tahun lalu, kata Sri Mulyani pemerintah mencoba menyelamatkan ekonomi dari keruntuhan pasokan dan permintaan karena pandemi COVID-19. Di saat penawaran belum pulih, sementara permintaan sudah bergerak ke arah yang jauh lebih cepat.

"Saya pikir inilah yang kami coba lakukan dan juga banyak negara lain. Jawabannya, tidak hanya selalu memadai pada instrumen kebijakan ekonomi makro, karena masalah struktural dan itu lah sebabnya Indonesia bahkan di masa pandemi, fokus pada reformasi struktural," jelas Sri Mulyani juga.

Hal yang sama juga, kata Sri Mulyani lagi, saat menangani isu kerawanan pangan dan energi di dunia termasuk di Tanah Air.

"Kami terus meningkatkan produksi pangan, serta produksi dan keragaman energi, sehingga kami akan memiliki ketahanan yang lebih di bidang ini," tandas juga Sri Mulyani. (tim redaksi)

#perang
#rusia-ukraina
#hargapangannaik
#hargaenergimelonjak
#menterikeuangan
#srimulyani

Tidak ada komentar