Breaking News

Kantor BPN Jaksel Digeledah Terkait Kasus Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN: Pejabat Lain Jangan Main-Main!

Surat sertifikat. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Polisi melakukan penggeledahan di Kantor Pertanahan (Kantah) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan terkait kasus mafia tanah. Sejumlah barang bukti disita dari lokasi.

Kanit 1 Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Mulya Adhimara mengatakan, barang bukti itu mulai dari dokumen permohonan sertifikat hingga warkah sertifikat. "Barang bukti berupa puluhan dokumen bendel permohonan sertifikat wilayah Cipedak-Jagakarsa dan puluhan warkah sertifikat wilayah Cipedak-Jagakarsa," kata Mulya kepada wartawan, dikutip Jumat (15/7/2022).

Dari penggeladahan tersebut, pihaknya mendapatkan beberapa alat berupa mesin pencetak dan lain-lain yang diduga digunakan oleh para tersangka dalam melakukan tindak pidana. Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus mafia tanah yang melibatkan pejabat BPN berinisial PS. 

Saat melakukan tindak pidana, PS menjabat Ketua Tim Ajudikasi PTSL BPN Jaksel. Polisi juga menemukan barang bukti sertifikat yang mengendap tiga tahun ditemukan penyidik di lokasi.

"Hari ini kita melakukan penggeledahan ternyata kita temukan sertifikat-sertifikat yang seharusnya sudah diserahkan dari tiga tahun lalu, tapi ternyata belum diserahkan. Ini kasihan masyarakat," kata Hengki di kantor BPN Jaksel, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022).

Ia mengatakan, dalam kasus mafia tanah yang melibatkan pejabat BPN Jakarta Selatan, ada pergeseran modus kejahatan yang dilakukan pelaku. Dia menyebut biasanya kasus mafia tanah terjadi dalam proses peralihan sertifikat.

"Dari sisi pelaku ini ada fenomena yang baru. Selama ini mafia tanah yang sering disampaikan adalah pada saat proses pengembalian hak. Tapi yang saat ini pada proses penerbitan," terang Hengki.

Ia menduga, adanya keterlibatan beberapa instansi bahkan oknum BPN sendiri. Menurut Hengki, kasus mafia tanah ini pun bisa menyasar masyarakat dari lintas kalangan. 

Menurutnya, banyak warga yang hingga saat ini belum sadar sudah menjadi korban mafia tanah. "Ada salah satu modusnya seharusnya sertifikat bisa jadi tapi ini tidak jadi-jadi dan ternyata justru diubah datanya. Diganti identitasnya, data yuridisnya menjadi milik orang lain dan luasannya lebih besar dan merebut tanah yang bukan haknya," bebernya.

Lebih lanjut, Hengki mengatakan penyelidikan terhadap kasus mafia tanah akan terus digencarkan. Ia memastikan, akan menangkap semua pelaku yang terlibat dalam sindikat mafia tanah.

"Jadi sekali lagi bersama dengan kementerian ATR/BPN kita akan sikat semua mafia tanah, siapapun itu. Yang ada di belakangnya kita tidak peduli," lantangnya.

Tanggapan Menteri ATR/BPN

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian ATR/BPN Teguh Hari Prihatono mengatakan, penangkapan sejumlah tersangka dari lingkungan Badan Pertanahan itu merupakan hasil dari kerja sama antara Satgas Anti Mafia Tanah Kementerian ATR/BPN bersama aparat penegak hukum kepolisian, kejaksaan, serta instansi terkait. Selain itu, Teguh mengatakan penangkapan sejumlah tersangka ini sebagai bentuk keseriusan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto memberantas praktik mafia tanah.

"Bahwa ada keinginan besar untuk menata kembali kementerian ini menjadi kementerian yang lebih baik ke depannya,” kata Teguh kepada wartawan, dikutip Jumat (15/7/2022). Ia juga menambahkan, Menteri Hadi mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa pejabat di Kementerian ATR/BPN.

Kendati demikian, Hadi tidak menutup diri jika ada sejumlah pejabat yang kedapatan melakukan tindakkan melanggar hukum, termasuk jika terlibat praktik mafia tanah. "Maka itu tetap dibuka ruang sebesar-besarnya untuk diproses secara hukum. Dan Pak Hadi akan mendukung pihak-pihak penegak hukum bersama dengan Satgas Anti Mafia Tanah ATR untuk menyelesaikan itu sebaik-baiknya,” tegasnya lagi.

Ia pun berharap, langkah penegakkan hukum ini menjadi gebrakan bagi para pejabat lain agar tidak main-main dengan praktik mafia tanah. (tim redaksi)

#praktikmafiatanah
#menteriatrbpn
#haditjahjanto
#penggeledahanbpnjaksel
#dugaankasusmafiatanah
#oknumpejabatatrbpn

Tidak ada komentar