Breaking News

Kalah di Kasasi, Saham ANTM Ikut Melemah

Gedung Antam. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah pada sesi I perdagangan, Rabu (6/7/2022). Harga saham ANTM anjlok 3,63% ke Rp1.725/unit hingga istirahat siang kemarin.

Pergerakan harga saham emiten tambang pelat merah ini konsisten di zona merah sejak awal perdagangan. Harga saham ANTM dibuka di Rp1.775/unit atau lebih rendah dari posisi penutupan kemarin (5/7/2022) di Rp1.790/unit.

Saham ANTM telah ditransaksikan sebanyak 13.955 kali di rentang harga Rp1.720-1.780 per unit dengan nilai transaksi mencapai Rp110 miliar. Sejak awal tahun nilai kapitalisasi pasar ANTM terus tergerus yang mengindikasikan harga sahamnya bergerak downtrend.

Terhitung sejak 2022 dimulai, harga saham ANTM sudah melemah 23,33%. Bahkan dalam satu bulan terakhir asing terus menjual saham ANTM dengan net sell Rp374 miliar di pasar reguler.

Sentimen negatif diduga juga karena faktor adanya kasus ANTM dengan pengusaha asal Surabaya Budi Said soal sengketa jual beli emas seberat 7 ton. Di mana ada transaksi 1,1 ton belum selesai. Kasus yang sudah masuk ke ranah hukum tersebut akhirnya diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Budi Said. 

Kasus hukum

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih menunggu putusan lengkap Mahkamah Agung (MA) terkait dikabulkannya kasasi Budi Said terhadap perseroan. Antam harus menyerahkan emas 1.136 kilogram (kg) atau uang Rp1,123 triliun. 

"Sehubungan dengan informasi putusan Mahkamah Agung terhadap kasus gugatan Budi Said, saat ini kami menunggu putusan lengkap mengenai hal tersebut. 

Perusahaan sedang menyiapkan langkah-langkah hukum terkait dengan permasalahan ini secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," kata Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie melansir detikcom, Kamis (7/7/2022).

Langkah perseroan ini, lanjutnya, dilakukan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk dalam penjualan logam mulia. Antam berkeyakinan, berada dalam posisi yang kuat dalam perkara ini serta telah melaksanakan hak dan kewajiban.

"Perusahaan menegaskan tetap berada pada posisi yang kuat dalam perkara ini dan telah melaksanakan hak dan kewajiban atas seluruh transaksi dengan itikad baik. Antam telah menyerahkan semua barang sesuai dengan kuantitas yang dibayar oleh penggugat kepada pihak yang diberi kuasa dengan mengacu pada harga resmi," tutupnya.

Kasus ini bermula ketika Budi Said membeli emas 7 ton dari Antam pada 2018, namun dalam perjalanannya ia baru menerima 5.935 kg. Merasa dirugikan, konglomerat yang memiliki perusahaan properti di Surabaya itu menggugat sejumlah pihak, yaitu:

1. PT Aneka Tambang Tbk (atau disingkat PT ANTAM TBK) sebagai Tergugat I
2. Endang Kumoro sebagai Tergugat II
3. Misdianto sebagai Tergugat III
4. Ahmad Purwanto sebagai Tergugat IV
5. Eksi Anggraeni sebagai tergugat V

Awalnya, Budi Said menang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, tapi Budi Said kalah di tingkat banding. Budi Said akhirnya mengajukan kasasi dan dikabulkan.

"Menyatakan Tergugat I bertanggung jawab terhadap segala tindakan dan seluruh akibat hukumnya yang dilakukan oleh Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV. Menghukum Tergugat I bersama-sama Tergugat II, III, IV, secara tanggung renteng untuk menyerahkan emas seberat 1.136 (seribu seratus tiga puluh enam) kilogram emas batangan Antam kepada Penggugat atau apabila tidak diserahkan emas seberat 1.136 (seribu seratus tiga puluh enam) kilogram maka diganti dengan uang setara dengan harga emas pada saat pelaksanaan putusan ini," kata juru bicara MA, Hakim agung Andi Samsan Nganro. (tim redaksi)

#antam
#antm
#kasushukum
#gugatan
#mahkamahagung
#sidangkasasi
#transaksijualbeliemas
#saham

Tidak ada komentar