Breaking News

Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Imbauan dari IDAI

Protokol kesehatan di sekolah. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Pekan depan, sebagian sekolah sudah memulai tahun ajaran baru 2022/2023. Itu artinya, anak-anak kembali ke sekolah dengan kuota 100% tatap muka, karena kasus COVID-19 memasuki PPKM level 1.

Namun, meski ada di level 1, nyatanya sekolah tatap muka masih dihantui adanya kekhawatiran penularan Omicron varian baru BA.4 dan BA.5. Pelajar sebagian besar sudah divaksin, namun kehawatiran tingginya angka penularan tetap ada.

Maka itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terbaru mengenai PTM dengan mewajibkan vaksinasi lengkap dan booster bagi para siswa sekolah sebelum mengikuti PTM. 

"Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang jauh lebih mudah menular dibanding varian awalnya dan potensial menimbulkan gelombang baru," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (9/7/2022).

Piprim memaparkan, data IDAI terkini menunjukkan adanya peningkatan kasus COVID-19 pada bayi dan anak yang membutuhkan perawatan. Selain itu juga ada peningkatan kasus Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan potensi kasus Long COVID-19 pada anak di Indonesia

IDAI juga meminta pihak sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah berkolaborasi dengan orangtua dan dinas kesehatan dalam memastikan keamanan dan keselamatan anak, antara lain dengan melakukan testing pada anak dengan gejala COVID-19. Termasuk, tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan, serta tidak membawa anak ke luar rumah apabila ada gejala demam, batuk, pilek, dan diare.

Protokol kesehatan terutama fokus pada penggunaan masker wajib untuk semua orang berusia di atas 2 tahun, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak makan bersamaan. Selain itu, memastikan sirkulasi udara terjaga.

Ketua Satgas Vaksinasi IDAI Prof Dr dr Hartono Gunardi, SpA(K) menambahkan, para orangtua untuk mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional yaitu melengkapi imunisasi dasar dan booster untuk anak balita, imunisasi MR tambahan, dan imunisasi dengan vaksin baru yaitu vaksin pneumokokus (PCV) yang berguna untuk mencegah radang paru. Anak usia 6 tahun ke atas dikatakan Hartono perlu imunisasi COVID-19 sebanyak dua kali. 

Jadi imunisasi rutin dan vaksinasi COVID-19 diperlukan agar anak terlindungi dari berbagai penyakit infeksi. Vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak dengan komorbiditas dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak. 

Komorbiditas anak meliputi penyakit seperti keganasan, diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, penyakit autoimun, penyakit paru kronis, obesitas, hipertensi, dan lainnya. IDAI menekankan bahwa keputusan buka atau tutup sekolah harus memperhatikan adanya kasus baru COVID-19 di sekolah atau tidak. (tim redaksi)

#imunisasilengkap
#vaksinasicovid19
#vaksinasibooster
#idai
#tahunajaranbaru
#subvarianomicron
#protokolkesehatan
#gejalalongcovid19
#pengajarantatapmuka
#ptm

Tidak ada komentar