Breaking News

Ini Penyebab Kinerja Bitcoin Terburuk Sepanjang Juni 2022

Ilustrasi bitcoin. Foto: net

WELFARE.id-Salah satu mata uang kripto, bitcoin (BTC)  membukukan kinerja terburuk sepanjang Juni 2022 ini. Bitcoin terkena dampak dari likuiditas aset lantaran  para pelaku pasar kini terpaksa menjual aset-aset mereka yang lebih likuid.

Berdasarkan riset Luno Indonesia, nilai bitcoin berkurang 35 persen sepanjang Juni ini. Sedangkan seluruh indeks mata uang digital lain mencatatkan kinerja yang melampaui bitcoin. 

Indeks Kapitalisasi Kecil menjadi indeks dengan kinerja terbaik dengan penurunan sebesar 22 persen, diikuti oleh Indeks Kapitalisasi Menengah yang turun 24 persen dan Indeks Kapitalisasi Besar turun 33 persen.

Country Manager Luno Indonesia, Jay Jayawijayanigtyas melihat dominasi bitcoin terus menurun. "Meskipun sempat menyentuh 48 persen pada 11 Juni 2022 lalu, kini dominasi bitcoin ada di 42,5 persen," kata Jay dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022). 

Sedangkan mata uang digital lainnya, Ethereum (ETH) juga mencatatkan penurunan kinerja, terlihat dari turunnya dominasi ETH dari hampir 20 persen di bulan Mei menjadi 15,6 persen.

Menariknya, penurunan juga terjadi pada stablecoin. 
Biasanya, kondisi penurunan pasar bitcoin dan stablecoin menandakan pasar sedang memiliki toleransi risiko yang tinggi. Namun sentimen pasar yang ada saat ini sangat buruk.

Jay juga mengatakan kinerja altcoin kecil ini bukanlah karena meningkatnya toleransi risiko. Menurutnya, hal ini disebabkan karena pelaku pasar terpaksa mencairkan aset mereka. 

"Aset-aset kripto yang lebih besar, seperti BTC dan ETH, lebih likuid daripada kripto kecil lainnya. Oleh karena itu, para kreditor mencairkan aset-aset tersebut terlebih dahulu," kata Jay juga.

Jadi apabila terjadi kejatuhan pasar ini berlanjut, Jay melihat, para pelaku pasar bisa jadi akan mulai mencairkan kepemilikan altcoin kecil mereka. Jika ini terjadi, kejatuhan harga besar-besaran akan dialami oleh altcoin-altcoin kecil.

Jay juga menilai, sentimen di pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh kabar dan rumor negatif dari berbagai pelaku pasar. Oleh karena itu, sentimen pasar masih berada di zona extreme fear.

Meskipun tidak banyak perubahan yang terjadi dibandingkan pekan lalu, angka indeks telah naik satu poin dan kini berada di angka 10 pascakonsolidasi harga mingguan bitcoin di rentang USD19.800-USD21.700 atau sekitar Rp293 juta-Rp322 juta. (tim redaksi)


#bitcoin
#matauangdigital
#kripto
#kinerjamenurun
#kinerjaburuk
#nilaiturun
#likuiditasaset

Tidak ada komentar