Breaking News

Indikasi ”Permainan Uang” PPDB Online SMA di Banten

Pengumuman PPDB Online tingkat SMA yang terpampang di SMAN 1 Tangerang Selatan. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Nyaris tiap tahun, masalah  Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) 2022 tingkat SMA/SMK negeri di Provinsi Banten terjadi. Bahkan, tahun ini selain masyarakat memprotes tidak transparannya PPDB, sejumlah lembaga olahraga di provinsi tersebut juga bersuara. 

Pasalnya, indikasi kuat ’permainan uang’ saat proses seleksi PPDB sejak pendaftaran jalur zonasi, afirmasi, penugasan orangtua hingga jalur prestasi sangat kasat mata terlihat. Lantaran banyak siswa berprestasi akademik yang seharusnya diterima berdasarkan nilai raport terpental. 

Bahkan, lebih dari 15 atlet pelajar dari wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sudah mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat lokal maupun nasional dengan medali harus gigit jari karena tidak bisa bersekolah di SMA negeri yang dibiayai dari APBD Banten. 

Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan dalam sosialisasi PPDB Banten kalau penerimaan siswa baru SMA/SMK negeri tahun ajaran 2022/2023 akan dilakukan secara online dan verifikasi melalui website di sekolah masing-masing yang dituju calon siswa pada 15-18 Juli 2022.  Tapi meski begitu, dalam pelaksanaannya penetapan calon siswa yang diterima atau ditolak ditentukan oleh admin https://ppdbsmabanten.siap-ppdb.com/ yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten di kantornya di KP3B di Kota Serang.  

Dampaknya terjadi ketidaktransparan dalam penerimaan data calon siswa yang layak diterima di SMA negeri. Contohnya, ditemukan kejanggalan jarak rumah salah satu siswa yang mendaftar di SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel) lewat jalur zonasi bernama Malaika Adzeem Saputra yang awalnya jarak rumahnya 88 meter tapi sehari kemudian berubah jadi 5 meter. 

Kejanggalan perubahan jarak zonasi itu jadi bahan pergunjingan di grup WhatsApp (WA) orangtua siswa MTs Negeri 1 Tangsel dan sejumlah grup WA sekolah SMP di Kota Tangsel. ”Anak saya terlempar dari jalur zonasi, maka saya berpikir ulang untuk daftar jalur prestasi. Saya yakin pasti banyak permainan,” terang salah satu orangtua siswa. Karena itu dia memilih menyekolahkan anaknya di SMA swasta.

Kejanggalan selanjutnya, calon siswa SMAN 3 Tangsel yang ikut jalur prestasi menerima WA dari seseorang yang mengaku dari pihak sekolah. Pihak sekolah mengatakan kalau anak calon siswa SMA ini jadi cadangan dan diminta segera mendaftarkan diri ke situs link daftar ulang SMAN 3 Kota Tangsel dengan alamat https//bit/ly/3OJ28tc. 

Sedangkan indikasi permainan uang terjadi  di SMAN 6 Tangsel, saat pendaftaran jalur prestasi banyak orangtua siswa didekati oknum tertentu. Mereka menawarkan jasa menjamin calon siswa masuk SMAN 6 Tangsel dengan iming-iming uang jika anaknya tidak lolos jalur prestasi. 

Biayanya antara Rp13 juta hingga 18 juta. ”Benar, anak saya tidak lolos jalur zonasi dan prestasi. Tapi ada teman yang menawarkan masuk lewat jalur belakang. Banyak juga yang daftar. Saya bayar Rp13 juta tapi ada juga yang bayar Rp18 juta,” terang sumber media ini yang bernama Rika. 

Bagaimana cara masuk sekolah tanpa lewat jalur resmi? ”Banyak kok orangtua calon siswa yang bayar. Katanya orang ini punya kenalan anggota dewan dan orang tua yang membayar anaknya dijamin masuk,” ucapnya juga. 

Jadi, kata Rika lagi,  anaknya nanti langsung masuk sekolah pada tanggal 18 Juli 2022 saat ajaran baru 2022/2023 dan tidak ikut MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah). Padahal, siswa SMAN 6 Tangsel yang diterima sesuai pengumuman jalur zonasi, afirmasi, penempatan orangtua dan prestasi sudah resmi mengikuti pra MPLS pada 8 Juli 2022 dan MPLS mulai 11-15 Juli 2022 nanti.  

Meski begitu, Rita mengaku masih khawatir tentang janji orang yang bisa menjamin masuk anaknya lewat jalur belakang di SMAN 6 Tangsel dengan membayar Rp13 juta. Karena itu, dia tetap mendaftarkan anaknya di SMA swasta untuk berjaga-jaga bila anaknya tidak diterima di SMAN 6 Tangsel yang berlokasi di Kompleks Perumahan Pamulang Permai tersebut.  

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Kota Tangerang-Kota Tangerang Selatan Suryadi mengatakan akan melakukan pengecekan terkait temuan perbedaan jarak rumah yang berubah dan siswa cadangan di SMAN 3 Tangsel serta dugaan permainan uang di SMAN 6 Tangsel. ”Nanti kita telusuri,” tulis Suryadi dalam pesan WhatsApp.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Tabrani tidak bisa dikonfirmasi. Nomor telepon selularnya tidak aktif dan WA tidak dibalas.

Begitu juga Sekretaris Dinas (Sekdis) Dindikbud Banten Taqwim saat dikonfirmasi melalui pesan WhasApp tidak merespon.

Meski pesan yang dikirimkan sudah dibaca dengan dua tanda centang dan ponselnya dalam kondisi online. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp meski terdengar nada berdering namun tidak direspon. 

Ketidakberesan PPDB SMA tahun 2022/2023 membuat Sekretaris Umum (Sekum) KONI Banten Koswara Poerwasasmita geram. Pasalnya, Koswara menerima pengaduan lebih dari 15 atlet berprestasi yang tidak masuk jalur prestasi di sejumlah SMA negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang. 

Dua orang diantaranya peraih medali emas taekwondo dan kempo yang tidak diterima di SMA negeri. Karena itu, dia meminta Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mencopot jabatan Kepala Dindikbud Banten Tabrani karena kebijakannya merugikan atlet.

Koswara juga menilai Tabrani tidak bisa mengerti dan menjalankan Perda dan Pergub soal PPDB SMA negeri untuk atlet berprestasi. ”Jadi Tabrani dan sejumlah kepala sekolah SMA negeri yang tidak bisa menjalankan PPDB sesuai Pergub harus dipecat,” ujar Koswara. (tim redaksi)

#pendidikan
#ppdbbanten2022
#sma/smknegeri
#permainanuang
#jalurbelakang
#kecurangan
#dindikbudbanten

Tidak ada komentar